ORINEWS.id – Israel mulai menarik pasukannya dari Jalur Gaza pada Jumat, 10 Oktober 2025, sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata dengan Hamas. Media Israel melaporkan bahwa Brigade 188 menjadi unit pertama yang meninggalkan wilayah tersebut, sementara seluruh pasukan bersiap menempati garis penarikan yang telah ditetapkan dalam perjanjian.
Menurut laporan itu, tenggat waktu 72 jam bagi Hamas untuk membebaskan tawanan Israel akan dimulai setelah pasukan menempati posisi akhir mereka. Proses pembebasan diperkirakan selesai paling lambat Senin mendatang.
Untuk pertama kalinya sejak pecahnya perang dua tahun lalu, Israel akan mengizinkan warga Gaza yang mengungsi untuk kembali ke rumah mereka melalui penyeberangan Rafah. Kesepakatan tersebut juga mencakup masuknya 600 truk bantuan kemanusiaan setiap hari ke wilayah Gaza, sebagaimana dilaporkan sejumlah media Israel.
Akhiri Dua Tahun Perang
Harian Yedioth Ahronoth melaporkan bahwa penarikan pasukan hampir rampung menjelang dimulainya hitungan mundur 72 jam. Gencatan senjata diperkirakan mulai berlaku Jumat siang dan secara resmi mengakhiri perang.
Militer Israel mengatakan telah membongkar seluruh pos dan infrastruktur di Jalur Gaza. Komando Selatan menggambarkan operasi ini sebagai upaya logistik besar, melibatkan ribuan peralatan, ratusan truk, serta kendaraan teknik untuk memindahkan pasukan.
Pasukan Israel kini ditempatkan di zona penyangga yang diperkuat di sepanjang perbatasan. Namun, sumber militer menyebut dua pos masih berada di timur garis kuning yang sebelumnya diumumkan.
Hitungan mundur pembebasan tawanan dimulai Jumat tengah malam. Berdasarkan kesepakatan, kelompok Perlawanan Palestina memiliki waktu hingga Senin pukul 12.00 untuk menuntaskan proses tersebut.
Penarikan pasukan ini menandai langkah besar dalam pelaksanaan perjanjian yang dimediasi untuk mengakhiri genosida dan membuka jalan menuju stabilisasi di Gaza. []


































