TERBARU

InternasionalNews

Gencatan Senjata Gaza Berlaku, Namun Israel Masih Lanjutkan Serangan Udara

ORINEWS.id – Gencatan senjata antara Israel dan Hamas akhirnya resmi diberlakukan, namun laporan dari lapangan menunjukkan serangan udara Israel masih berlanjut di beberapa wilayah Gaza. Kondisi ini menimbulkan keraguan terhadap implementasi kesepakatan yang disebut-sebut sebagai langkah awal menuju perdamaian permanen.

Koresponden Al Mayadeen melaporkan bahwa perjanjian gencatan senjata telah resmi berlaku pada Kamis (9/10/2025). Hal tersebut dikonfirmasi pula oleh Saluran Berita Al Qahera Mesir dan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi.

Sebuah kesepakatan telah dicapai untuk melaksanakan gencatan senjata dan mengakhiri perang di Gaza,” kata el-Sisi dalam pernyataannya.

Gencatan senjata ini merupakan hasil dari negosiasi tidak langsung yang difasilitasi Mesir dan Qatar selama beberapa minggu terakhir, di tengah tekanan internasional untuk mengakhiri serangan Israel yang telah menghancurkan Jalur Gaza.

Namun, di pihak Israel, waktu pemberlakuan gencatan senjata masih diperdebatkan. Seorang pejabat kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyebutkan bahwa gencatan senjata baru akan berlaku setelah kabinet menyetujui perjanjian tersebut malam ini.

Baca Juga
Pemerintah Aceh dan DPRA Teken Komitmen Antikorupsi, Perkuat Sinergi KPK dengan Daerah

Media Israel melaporkan, pemerintah akan bersidang pukul 18.00 waktu setempat untuk membahas pembebasan seluruh sandera di Gaza.

“Agenda – Rencana pembebasan semua sandera Israel,” demikian tertulis dalam pengumuman di situs resmi pemerintah Israel.

Sumber Israel yang dikutip Reuters mengatakan sekitar 20 tawanan Israel akan dibebaskan dalam 72 jam setelah kesepakatan diimplementasikan. Namun, kantor Netanyahu menegaskan bahwa hitungan waktu baru dimulai setelah perjanjian disetujui dalam sidang kabinet.

Serangan Masih Terjadi

Meskipun gencatan senjata diumumkan, Al Mayadeen melaporkan bahwa Israel tetap mengebom beberapa wilayah Gaza sesaat setelah perjanjian berlaku.

Komite Darurat dan Ambulans Nasional Gaza memperingatkan warga agar tidak kembali ke daerah terdampak.

Direktorat Jenderal Pertahanan Sipil Gaza juga meminta warga di Jalur Gaza selatan untuk tetap berada di tempat sampai ada pengumuman resmi bahwa daerah tersebut aman.

Jangan kembali ke Kota Gaza sampai konfirmasi keamanan dikeluarkan,” demikian isi pernyataan resmi lembaga tersebut.

Detail Kesepakatan

Presiden Amerika Serikat Donald Trump turut mengumumkan keberhasilan tercapainya kesepakatan ini melalui akun Truth Social miliknya. Ia menyebutnya sebagaiTahap pertama Rencana Perdamaian untuk Jalur Gaza.”

Baca Juga
Sidang SPPD Fiktif, Penasehat Hukum Pertanyakan Dua Pimpinan DPRK Tak Dijadikan Tersangka

“Saya sangat bangga mengumumkan bahwa Israel dan Hamas telah menandatangani Tahap pertama Rencana Perdamaian kami. Ini berarti semua sandera akan segera dibebaskan, dan Israel akan menarik pasukan mereka ke garis yang disepakati sebagai langkah pertama menuju perdamaian yang abadi,” tulis Trump.

Seorang pejabat senior Hamas menyebutkan bahwa kesepakatan tersebut mencakup pembebasan 20 tawanan Israel dengan imbalan lebih dari 2.000 tahanan Palestina, termasuk 250 tahanan yang menjalani hukuman seumur hidup.

Selain itu, kesepakatan juga menetapkan masuknya setidaknya 400 truk bantuan kemanusiaan setiap hari selama lima hari pertama setelah gencatan senjata dimulai. Bantuan tersebut diharapkan meningkat dalam beberapa hari berikutnya.

Koresponden Al Mayadeen menyebut, setelah penandatanganan perjanjian di Kairo, perlintasan Rafah akan dibuka kembali untuk memungkinkan masuknya ratusan truk bantuan ke Gaza.

Dalam pernyataannya, Hamas meminta Amerika Serikat memastikan agar Israel mematuhi seluruh komitmen dalam perjanjian tersebut. “Israel harus dicegah untuk menghindari atau menunda implementasinya,” tulis Hamas. []

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.
Enable Notifications OK No thanks