ORINEWS.id – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang menegaskan pihaknya tak akan mentoleransi upaya intervensi politik terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pernyataan itu disampaikan Nanik saat konferensi pers, Jumat (26/9), menyusul adanya politikus yang diduga meminta proyek dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Ada yang WA saya, nanya-nanya. Saya jawab, ‘eh kamu politikus bukannya bantu saya bagaimana mengkomunikasikan soal keracunan malah minta dapur.’ Langsung saya blok, blok, blok. Enak aja lho ngurusin dapur. Iya kan? Iyalah. Saya gak mau kaya begitu,” kata Nanik, mengutip jawapos, Sabtu (27/9/2025).
Nanik mengatakan program MBG harus difokuskan sebagai upaya negara untuk menyelamatkan anak-anak dari ancaman kelaparan dan kekurangan gizi, bukan menjadi arena perebutan proyek politik. Ia menegaskan sikap tegas terhadap siapa pun yang mencoba memanfaatkan program tersebut untuk kepentingan pribadi atau politik.
“Saya kata benar-benar serius ya. Jangan main-main sama urusan kesehatan anak. Ini kan program. Kasihan. Banyak anak-anak nggak bisa makan, kita mau ngasih makan kok. Rebutan kok. Makanya ada, serius nih,” ujarnya.
Sejak menjabat, Nanik mengungkapkan telah dua kali menggelar jumpa pers dan berkomitmen untuk terus membuka akses informasi kepada publik. Ia bahkan mengundang media untuk meninjau proses verifikasi dapur di Cibubur sebagai upaya membuktikan atau membantah isu tentang keberadaan “dapur fiktif”.
“Supaya untuk menjawab dapur fiktif-dapur fiktif. Lo langsung wawancara sendiri langsung sama itunya, verifikatornya. Ada nggak itu punyanya siapa di situ? Punyanya DPR, anggota DPR siapa di situ? Karena nggak akan terlihat ketika diverifikasi. Paling sesudahnya aja. Tapi mau punyanya jenderal bilang, mau punyanya siapa, kalau melanggar akan saya tutup, saya nggak peduli. Karena ini nyangkut nyawa manusia,” tegas Nanik. []


































