ORINEWS.id – Serangan Israel di Jalur Gaza terus menimbulkan korban massal. Dalam 24 jam terakhir, sedikitnya 37 warga Palestina tewas, empat di antaranya ditemukan di bawah reruntuhan bangunan. Selain itu, 175 orang lainnya terluka akibat gempuran yang tidak kunjung berhenti.
Kementerian Kesehatan di Gaza menyatakan jumlah korban tewas sejak 7 Oktober 2023 kini mencapai 65.419 orang, sementara 167.160 lainnya mengalami luka-luka. Angka tersebut diperkirakan akan terus bertambah karena masih banyak korban yang terjebak di bawah reruntuhan atau tergeletak di jalan-jalan. Upaya evakuasi terhambat akibat hancurnya infrastruktur dan serangan udara yang berkelanjutan.
Sejak berakhirnya gencatan senjata pada Maret lalu, pasukan Israel disebut telah menewaskan 12.823 warga Palestina dan melukai 54.944 orang. Mayoritas korban merupakan perempuan dan anak-anak. “Israel terus menargetkan warga sipil beserta rumah, tenda, kendaraan, dan kamp pengungsian,” demikian pernyataan otoritas kesehatan Gaza.
Serangan terhadap pusat distribusi bantuan kemanusiaan juga masih terjadi. Dalam 24 jam terakhir, lima orang dilaporkan tewas dan 20 lainnya terluka akibat serangan di sekitar lokasi distribusi. Total korban tewas dalam insiden yang menyasar jalur bantuan kemanusiaan kini mencapai 2.531 jiwa dengan lebih dari 18.531 orang terluka.
42 Warga Palestina Tewas Sejak Pagi
Koresponden Al Mayadeen melaporkan, serangan Israel sejak pagi ini telah menewaskan 42 warga Palestina, 32 di antaranya berada di Kota Gaza. Jumlah awal korban sempat tercatat 33 orang, termasuk 28 yang tewas dalam gempuran di kota tersebut.
Di Rafah, Jalur Gaza bagian selatan, tiga warga sipil juga tewas ketika menunggu distribusi bantuan. Beberapa lainnya dilaporkan luka-luka dalam insiden yang digambarkan sebagai kejahatan terhadap warga sipil tak bersenjata.
Kota Gaza sendiri terus digempur secara brutal selama berminggu-minggu. Rezim Israel sebelumnya mengumumkan rencana untuk menginvasi dan menduduki kawasan tersebut. Meski menghadapi ancaman besar, Kantor Media Pemerintah di Gaza menyebut lebih dari 900 ribu warga masih bertahan di kota itu, sementara 335 ribu lainnya terpaksa mengungsi ke wilayah selatan. []


































