ORINEWS.id – iPhone 17 resmi hadir di rak-rak toko seluruh dunia pada Jumat, 19 September 2025, mulai dari Beijing hingga London. Peluncuran ini menjadi ujian penting bagi Apple, yang tengah menghadapi persaingan ketat dari produsen ponsel asal Tiongkok serta keraguan pasar terhadap strategi kecerdasan buatannya (AI).
Produk terbaru yang diperkenalkan meliputi iPhone 17 Pro, iPhone 17 Pro Max, iPhone Air, serta model terbaru Apple Watch dan AirPods. Meski pre-order sudah dibuka di Amerika Serikat sejak 12 September, penjualan serentak secara global ini dinilai sebagai momen strategis.
Antusiasme di Tiongkok
Di Beijing, antusiasme terlihat jelas. Liu, seorang pelanggan yang enggan disebutkan nama lengkapnya, mengaku sudah mengantre sejak pukul 23.00 malam sebelumnya untuk membeli iPhone 17 Pro Max.
“Saya senang dengan desain baru dan sistem pendinginannya,” kata dia, dikutip dari CNBC.
Pelanggan lain, Yang, mantan pengguna Xiaomi, mengatakan ia lebih memilih iPhone karena sistem operasinya. Baik Liu maupun Yang memperkirakan banyak warga Tiongkok beralih ke iPhone berkat peningkatan kapasitas penyimpanan dan fitur-fitur baru.
Meski demikian, Apple masih berusaha mengejar pangsa pasar di Tiongkok yang kini didominasi Huawei, Xiaomi, dan Oppo. Menurut data Omdia, porsi pasar Apple di Tiongkok hanya sekitar 10 persen.
Namun, tanda-tanda positif mulai terlihat. JD.com, salah satu platform e-commerce terbesar Tiongkok, melaporkan pre-order iPhone 17 di menit pertama penjualan melampaui angka hari pertama iPhone 16 tahun lalu.
Pasar Lain: Singapura dan London
Di Singapura, antrean panjang terbentuk di gerai Apple Marina Bay. Dua profesional muda, Iman Isa dan Daniel Muhamed Nuv, mengaku rela menunggu berjam-jam demi mendapatkan iPhone 17 Pro pertama mereka. Mereka menyebut desain segar, baterai lebih awet, dan kamera lebih baik sebagai alasan utama.
Di London, suasana tak kalah ramai. Jasmine, seorang pelanggan setia, mengaku selalu memperbarui ponselnya setiap tahun. “Apple selalu menghadirkan sesuatu yang baru. Saya senang sekali bisa merasakannya lagi,” ujarnya.
Tantangan Kecerdasan Buatan
Meski penjualan awal tampak menjanjikan, Apple masih dibayang-bayangi skeptisisme investor terkait rencana kecerdasan buatan. Ben Wood, analis dari CCS Insight, mengatakan Apple harus membuktikan komitmen pada AI setelah “menjatuhkan tanggung jawab” tahun lalu.
“Tidak diragukan lagi Apple perlu mewujudkan AI. Mereka memang tertinggal, tetapi masih punya ruang untuk bertahan,” kata Wood kepada CNBC.
Peluncuran iPhone 17 ini disebut-sebut akan menjadi tolak ukur bagi kemampuan Apple menjaga dominasi di pasar global sekaligus menjawab keraguan publik atas strategi AI yang dinilainya belum matang. []


































