TERBARU

InternasionalNews

Institut Weizmann Terguncang Boikot Akademik Akibat Genosida di Gaza

ORINEWS.id – Institut Weizmann, salah satu pusat penelitian terkemuka Israel, menghadapi krisis ganda: kerusakan fisik akibat serangan rudal Iran dan isolasi dari komunitas akademis internasional.

Kepala Dewan Ilmiah Institut Weizmann, Nir Davidzon, mengatakan dalam wawancara dengan Channel 12 Israel, serangan dua rudal Iran baru-baru ini menimbulkan “kerusakan besar pada modal, material, dan hasil eksperimen yang tidak dapat direproduksi.” Sebanyak 50 laboratorium hancur total, meninggalkan mahasiswa dan peneliti tanpa peralatan maupun data penelitian penting.

Davidzon menekankan bahwa institut yang sebelumnya dikenal sebagai salah satu lembaga ilmiah Israel yang paling terhubung secara global kini menghadapi boikot dari berbagai universitas di Eropa.

“Segala sesuatu yang dibangun selama beberapa dekade runtuh karena perang di Gaza. Bahkan teman baik pun memberi tahu kami bahwa mereka tidak dapat lagi bekerja sama dengan kami,” ujarnya.

DONASI TAHAP KEDUA
Baca Juga
Gibran 98 Persen akan Menjadi Presiden ke-9 Indonesia

Tren ini tercermin dalam keputusan beberapa universitas Eropa untuk memutus hubungan akademik dengan institusi Israel. Universitas Ghent di Belgia mengakhiri kemitraan dengan tiga lembaga penelitian Israel, Universitas Radboud dan Utrecht di Belanda menangguhkan kolaborasi, sementara Universitas Erasmus Rotterdam membekukan hubungan dengan beberapa institusi Israel.

Davidzon menambahkan, “Meskipun kami berupaya menunjukkan bahwa beberapa ilmuwan Israel memiliki standar etika internasional yang sama, hal itu menjadi semakin sulit ketika dunia mendengar para menteri Israel berbicara tentang pembakaran Gaza.”

Hubungan dengan Industri Pertahanan

Institut Weizmann memiliki hubungan erat dengan sektor militer Israel. Pada 2024, lembaga ini menandatangani perjanjian kerja sama dengan Elbit Systems, produsen senjata swasta terbesar, untuk mengembangkan material terinspirasi biologi untuk keperluan pertahanan. Penelitian Weizmann di bidang kecerdasan buatan, sibernetika, dan teknologi drone juga dapat dimanfaatkan dalam pengembangan senjata.

Program seperti Katzir Fellowship merekrut ilmuwan muda ke jalur penelitian terkait pertahanan, menekankan keterkaitan lembaga akademis dengan agenda sipil dan militer Israel. Para analis menilai hal ini membuat Institut Weizmann menjadi target sah dalam konflik regional.

Baca Juga
Ahok di Sidang Korupsi Pertamina: Kalau Mau Bongkar Tuntas Periksa Erick Thohir dan Jokowi

Dampak Luas Boikot Akademik

Davidzon memperingatkan dampak jangka panjang boikot ini tidak hanya bagi penelitian, tetapi juga industri Israel yang mengandalkan kemitraan internasional.

“Kami adalah yang pertama melihat hasil boikot ini,” ujarnya.

Komentar tersebut muncul setelah Operasi True Promise 3 Iran pada Juni lalu, yang menjadi serangan balasan terhadap serangan Israel di wilayah Iran dan menewaskan warga sipil. Serangan rudal Iran menghantam target di Tel Aviv, Haifa, Beer Sabe’, dan Naqab, menyebabkan kerusakan luas di berbagai fasilitas penting, termasuk Institut Weizmann. []

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.
Enable Notifications OK No thanks