ORINEWS.id – Serangan udara Israel di Jalur Gaza kembali menelan banyak korban jiwa. Rumah sakit di Gaza pada Jumat, 12 September 2025, melaporkan sedikitnya 25 warga Palestina tewas sejak dini hari, mayoritas di Kota Gaza dan wilayah utara.
Koresponden Al Mayadeen menyebutkan, 14 jenazah telah tiba di Rumah Sakit al-Shifa setelah serangan yang menargetkan keluarga Sultan di lingkungan al-Tawam, Gaza utara. Puluhan anggota keluarga diduga masih tertimbun di bawah reruntuhan bangunan.
Empat warga lainnya juga dilaporkan tewas akibat serangan di distrik Sheikh Radwan, bagian utara Gaza.
Korban Tembus 64 Ribu Jiwa
Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan dalam 24 jam terakhir sebanyak 72 warga Palestina tewas dan 356 lainnya luka-luka. Dengan demikian, jumlah korban sejak agresi Israel dimulai pada 7 Oktober 2023 hingga 11 September 2025 telah mencapai 64.718 jiwa, sementara 163.859 orang lainnya mengalami luka-luka.
Sejak 18 Maret 2025 saja, tercatat 12.170 warga Palestina tewas dan 51.818 luka-luka akibat serangan.
Kelaparan Jadi Ancaman Serius
Kementerian juga melaporkan tujuh orang, termasuk seorang anak, meninggal dunia akibat kelaparan dalam 24 jam terakhir. Total korban tewas akibat kelaparan kini mencapai 411 orang, dengan 142 di antaranya anak-anak.
Sejak Gaza dinyatakan berada dalam situasi bencana kelaparan oleh Klasifikasi Fase Keamanan Pangan Terpadu (IPC), jumlah kematian akibat malnutrisi mencapai 133 orang, termasuk 27 anak-anak.
Insiden di Lokasi Bantuan
Selain itu, sembilan warga tewas dan 87 lainnya luka-luka dalam insiden terkait distribusi bantuan kemanusiaan. Hingga kini, total korban tewas di lokasi distribusi bantuan mencapai 2.465 orang dan 17.948 lainnya luka-luka.
Serangan terbaru ini menambah panjang daftar korban di Gaza yang hingga kini menghadapi krisis kemanusiaan akut di tengah blokade dan operasi militer berkepanjangan. []


































