ORINEWS.id – Jumlah korban tewas akibat genosida Israel yang terus berlangsung di Jalur Gaza mencapai 64.368 orang. Data terbaru Kementerian Kesehatan Palestina juga mencatat lebih dari 162.776 warga mengalami luka-luka sejak serangan dimulai.
Dalam laporan harian yang dikutip dari Al Mayadeen Minggu (7/9/2025), kementerian menyebut sedikitnya 11.911 orang meninggal dunia dan 50.735 lainnya terluka sejak Israel melanjutkan operasi militer pada 18 Maret lalu.
Hanya dalam 24 jam terakhir, rumah sakit menerima 87 jenazah, termasuk empat orang yang ditemukan di bawah reruntuhan, serta 409 korban luka. Dari jumlah itu, 31 orang tewas dan 132 terluka saat mencoba mengakses bantuan kemanusiaan. Total korban akibat serangan terhadap distribusi bantuan kini mencapai 2.416 orang tewas dan lebih dari 17.709 terluka.
Kondisi kelaparan yang meluas di Gaza juga kian memprihatinkan. Laporan rumah sakit menyebut lima orang, termasuk tiga anak-anak, meninggal akibat kekurangan pangan dalam satu hari terakhir. Total kematian akibat kelaparan kini mencapai 387 orang, terdiri atas 138 anak-anak.
Serangan Intensif di Kota Gaza
Sejak fajar, setidaknya 42 warga dilaporkan tewas dalam serangan baru yang berpusat di Kota Gaza. Pesawat tempur Israel menyerang tenda pengungsi di dekat Rumah Sakit al-Wafaa, menewaskan dua orang dan melukai lainnya.
Serangan udara juga menghantam sebuah rumah di dekat Sekolah Fahmi al-Jarjawi di lingkungan al-Daraj, menewaskan seorang perempuan. Target lain meliputi rumah-rumah di sekitar Pasar al-Yarmouk, Sekolah Musa Bin Nusair, serta kawasan dekat Masjid al-Aybaki. Artileri Israel turut menggempur lingkungan al-Tuffah di timur Kota Gaza.
Di bagian utara, pesawat tempur menghantam Masjid al-Tawhid dan al-Sunnah di sekitar Jalan al-Nafaq.
Korban di Gaza Tengah dan Selatan
Di Jalur Gaza Tengah, seorang perempuan tewas ketika menara Masjid Kota Tua di Deir al-Balah menjadi sasaran serangan. Serangan lain menghantam timur laut kamp Nuseirat.
Sementara itu, di selatan Gaza, satu orang tewas dan beberapa lainnya terluka dalam serangan di kawasan industri utara Khan Younis.
Laporan ini menegaskan bahwa jalur kemanusiaan di Gaza tetap berbahaya, sementara korban sipil terus berjatuhan akibat bombardir tanpa henti. []


































