TERBARU

AcehNews

Dialog Publik Kupas Dampak Makan Bergizi Gratis di Banda Aceh

ORINEWS.id – Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Banda Aceh (BPOM Aceh), Yudi Noviandi menjadi narasumber dalam dialog publik “Sejauh Mana Dampak Program Nasional MBG di Banda Aceh?” yang digelar pada Kamis (4/9/2025) secara daring dan live YouTube Radio Republik Indonesia Banda Aceh.

Dialog yang berlangsung selama satu jam ini merupakan bagian dari program Banda Aceh Pagi Ini RRI Pro 1 Banda Aceh 97.7 FM. Acara ini juga menghadirkan narasumber lainnya, yaitu Kepala Dinas Pendidikan Kota Banda Aceh, Sulaiman Bakri dan dipandu oleh Arso sebagai presenter.

Program Nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi topik utama yang dibedah dalam dialog ini, khususnya terkait sejauh mana implementasi dan dampaknya bagi masyarakat, baik di bidang pendidikan, kesehatan, maupun keamanan pangan.

Dalam pemaparannya, Yudi Noviandi menekankan peran BPOM dalam memastikan produk obat dan makanan yang beredar di Banda Aceh tetap aman, bermutu, dan bermanfaat. Ia menjelaskan bahwa keberhasilan program MBG sangat bergantung pada sinergi lintas sektor, termasuk peran aktif masyarakat.

Baca Juga
Permohonan SKCK Membludak, Polresta Banda Aceh Tambah Jam Layanan

“Program MBG bukan hanya slogan, melainkan komitmen bersama untuk melindungi masyarakat. BPOM Aceh berperan mengawasi, mengedukasi, sekaligus memastikan bahwa setiap produk yang dikonsumsi masyarakat benar-benar aman. Namun, kesuksesan ini tidak mungkin tercapai tanpa dukungan masyarakat dalam memilih produk secara bijak,” ungkap Yudi Noviandi, diterima orinews.id, Sabtu (6/9/2025).

Sementara itu, Sulaiman Bakri menyoroti keterkaitan program MBG dengan dunia pendidikan. Menurutnya, sekolah memiliki peran penting dalam membentuk pola pikir generasi muda agar lebih peduli terhadap gizi, pola makan sehat, dan pemahaman mengenai produk pangan yang dikonsumsi.

“Anak-anak sekolah adalah generasi penerus. Kita harus membekali mereka dengan pengetahuan sejak dini, agar mampu memilah makanan sehat, bergizi, serta memahami dampak dari konsumsi pangan yang tidak aman. Melalui pendidikan, kita bisa mencetak generasi Banda Aceh yang cerdas, sehat, dan berdaya saing,” ujar Sulaiman Bakri.

Baca Juga
Ambulan PMI Banda Aceh Evakuasi Penemuan Jenazah di Tanjung Selamat

Dialog publik ini juga membuka ruang interaktif, di mana masyarakat dapat menyimak langsung dan berpartisipasi melalui siaran radio maupun kanal YouTube RRI Banda Aceh. Antusiasme peserta menunjukkan besarnya perhatian publik terhadap isu pangan, gizi, dan kesehatan.

Sebagai penutup, kedua narasumber berharap agar masyarakat Banda Aceh semakin bijak dalam mengonsumsi produk obat dan makanan, serta mendukung sepenuhnya Program Nasional MBG. Dengan kolaborasi erat antara pemerintah, lembaga pengawasan, dunia pendidikan, dan partisipasi aktif masyarakat, Banda Aceh diharapkan mampu menjadi contoh kota kolaborasi yang sehat di tingkat nasional.[]

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.
Enable Notifications OK No thanks