TERBARU

NasionalNews

Ex Tim Mawar Kopassus Usai Temui Prabowo: Jaga Persatuan, Tutup Semua Celah yang Haus Kekuasaan!

ORINEWS.id – Kepala Timsus 08, Fauka Noor Farid, menyerukan agar seluruh elemen bangsa menjaga persatuan di tengah dinamika situasi nasional yang belakangan ini diwarnai aksi demonstrasi di sejumlah daerah yang berujung ricuh.

Hal ini disampaikan Fauka Noor Farid yang juga Eks anggota Tim Mawar Kopassus itu setelah mendapatkan pengarahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

“Indonesia adalah negara damai, yang sejak lama menjadi contoh tentang Kebhinekaan. Menjadikan Indonesia memerlukan perjuangan panjang berlumur air mata dan darah,” ujar Fauka Noor Farid, Selasa (2/9/2025).

“Jangan sampai peristiwa yang terjadi hari-hari ini justru membuka celah bagi mereka yang haus keributan dan haus kekuasaan, membuat onar, atau bahkan memecah belah kita, kemudian dibiarkan hancur,”sambungnya.

Mantan Perwira Korps Baret Merah Kopassus ini menegaskan, kepemimpinan Prabowo Subianto menunjukkan langkah strategis memerangi praktik korupsi yang merugikan bangsa.

Baca Juga
Djarot Tantang PKS Berani Nggak Dukung Ahok di Pilkada Jakarta

“Karena kecintaan Presiden kepada rakyat, beliau menjadi Pemimpin bangsa yang paling berani membongkar kasus koruptor besar dan jejaring oligarki. Timsus08 mengambil posisi aktif dalam mengungkap kasus mega korupsi,” tambahnya.

Dia menambahkan, jika ada aspirasi dan kritik dari warga terhadap kebijakan yang dinilai kurang sesuai, hal ini harus disampaikan secara baik dan benar, tidak menggunakan kekerasan dan perilaku lainnya yang bersifat dapat membawa kerusakan.

“Penyampaian kritik harus dilakukan dengan baik, tidak anarkis, tidak provokatif, tidak sampai merusak fasilitas ekonomi yang itu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, apalagi sampai menimbulkan permusuhan. Tidak ada yang mau mengekang ekspresi, kita jaga itu semua,” imbuhnya.

Selain itu, pendekatan yang dilakukan oleh aparat dalam melakukan penanganan demonstrasi di lapangan harus mengedepankan rasa humanis dan tenggang rasa. Jangan represif dan lakukan dengan cara terukur.

“Aparat penegak hukum yang terbukti sewenang-wenang harus diproses secara transparan sesuai peraturan yang berlaku,” pungkasnya. [source:okezone]

Baca Juga
Ada yang Protes Lahan Nganggur Diambil Negara, Nusron: Emang Mbahmu Bisa Bikin Tanah?

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.
Enable Notifications OK No thanks