TERBARU

InternasionalNews

Kepala WFP PBB: Sulit Kirimkan Bantuan ke Gaza Saat Israel Todongkan Senjata

KETIKAKABAR.com – Kepala Program Pangan Dunia (World Food Programme/WFP) PBB, Cindy McCain, menggambarkan situasi di Gaza sebagai darurat kemanusiaan terburuk di dunia. Ia mengecam operasi militer Israel yang dinilainya menghalangi masuknya bantuan penyelamat nyawa bagi warga sipil.

“Ada malnutrisi yang sangat serius. Anda telah melihat orang-orang mati kelaparan di sana,” kata McCain kepada penyiar publik Jepang, NHK seperti dilansir almayadeen.net.

“Sangat sulit ketika mereka menodongkan senjata ke kami, tank, atau apa pun. Tiba-tiba jalan diblokir, bantuan dihentikan, dan kami tidak bisa masuk,” sambungnya.

Pernyataan itu muncul setelah Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) bersama Klasifikasi Fase Keamanan Pangan Terpadu (IPC) menetapkan Gaza dalam kondisi kelaparan, status tertinggi dalam sistem penilaian krisis pangan. Ini merupakan deklarasi pertama bencana kelaparan untuk wilayah tersebut.

Komisaris Jenderal UNRWA Philippe Lazzarini menegaskan kelaparan kini “pasti terjadi di Kota Gaza” setelah berbulan-bulan peringatan tidak diindahkan. Ia menekankan bahwa runtuhnya layanan dasar dan minimnya pasokan pangan menjadi pemicu bencana.

Baca Juga
UIN Ar-Raniry Gelar Gerakan Pangan Murah, Ratusan Paket Sembako Disalurkan

UNICEF juga melaporkan hampir 13.000 anak mengalami malnutrisi parah yang mengancam jiwa.

“Krisis ini bukan lagi hanya soal makanan, tetapi juga ketiadaan layanan kesehatan yang layak,” ujar pejabat UNICEF, Samir el-Hawari, kepada almayadeen.net, Sabtu lalu.

Menurut el-Hawari, bantuan yang masuk melalui Siprus baru-baru ini hanya cukup untuk merawat 1.000 anak selama sebulan, jauh dari kebutuhan sebenarnya. Ia menegaskan hanya gencatan senjata penuh yang memungkinkan distribusi makanan, air bersih, dan layanan kesehatan secara memadai.

Otoritas kesehatan Gaza pada Minggu melaporkan sedikitnya 289 orang meninggal akibat malnutrisi, termasuk 115 anak. Jumlah korban diperkirakan akan meningkat tajam dalam beberapa pekan mendatang.

Blokade dan Pembatasan Bantuan

Meski Israel sempat membuka sebagian rute pasokan antara 27 Juli dan 20 Agustus, hanya 2.187 truk bantuan yang diizinkan masuk. Jumlah ini disebut hanya memenuhi 14 persen kebutuhan penduduk. Otoritas Gaza menegaskan sedikitnya 600 truk per hari dibutuhkan untuk mencukupi kebutuhan dasar makanan, obat-obatan, bahan bakar, dan kebutuhan pokok lainnya.

Baca Juga
Pemerintah Siap Jalankan 21 Proyek Strategis Percepat Hilirisasi Nasional

Mereka juga menuduh militer Israel memfasilitasi penjarahan konvoi serta melarang masuknya bahan pangan utama seperti daging merah, ikan, telur, produk pertanian segar, susu, dan suplemen nutrisi. Pembatasan tersebut, ditambah dengan hancurnya sektor pertanian lokal, membuat warga sipil semakin terancam kelaparan massal.

McCain mengakui krisis kemanusiaan juga melanda wilayah lain seperti Sudan, Sudan Selatan, Republik Demokratik Kongo, dan kawasan Sahel. Namun, ia menilai Gaza menghadapi kondisi paling menghancurkan di dunia saat ini. Jika blokade terus diberlakukan, lebih dari 640.000 warga Palestina diproyeksikan akan mengalami kelaparan akut pada September mendatang. []

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.
Enable Notifications OK No thanks