ORINEWS.id – Politikus Partai Demokrat, Benny K. Harman, menegaskan bahwa praktik korupsi tidak bisa dilepaskan dari persoalan kekuasaan. Menurutnya, ada hukum besi (iron law) dalam politik yang menyebutkan kekuasaan cenderung membawa pada tindak korupsi.
“Korupsi itu berkaitan dengan kekuasaan. Makanya the iron law of power itu adalah ia cenderung korup,” ujar Benny lewat akun X miliknya, seperti dikutip di Jakarta, Jumat, 22 Agustus 2025.
Benny menekankan, agar kekuasaan tidak menjelma menjadi alat penyalahgunaan, maka harus ada pembatasan serta pengawasan ketat dari hukum.
“Bukan sebaliknya hukum malah diawasi dan diperalat kekuasaan,” tegas Anggota Komisi III DPR RI itu.
Menurut Benny, pengawasan hukum yang kuat merupakan kunci agar demokrasi tetap berjalan pada relnya. Ia menilai, mekanisme kontrol tersebut juga penting untuk mencegah lahirnya penyalahgunaan wewenang yang merugikan rakyat.
Pernyataan Benny ini muncul setelah Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer alias Noel, terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Noel diduga terlibat dalam pemerasan terhadap perusahaan yang tengah mengurus sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). [source:rmol]

































