TERBARU

NasionalNews

Kirab Merah Putih PNIB, Wujudkan Aksi Nyata Lawan Intoleransi, Khilafah, Radikalisme, Terorisme, dan Narkoba

ORINEWS.id – Organisasi masyarakat kebhinekaan lintas agama, budaya, dan tradisi, Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB), menjadi satu-satunya ormas yang konsisten menggelar Kirab Merah Putih di berbagai daerah. Aksi solidaritas kebangsaan ini dilakukan untuk menangkal fenomena intoleransi, paham khilafah, radikalisme, terorisme, dan peredaran narkoba yang masih terjadi di tengah masyarakat majemuk.

“Menjadi bangsa yang majemuk, tantangan terberatnya adalah mempertahankan persatuan. Saat krisis multidimensi melanda bangsa ini, harapan seluruh anak bangsa hanya satu: negara ini tidak boleh terpecah belah. Kirab Merah Putih PNIB bukan sekadar tontonan atau hura-hura kerumunan orang. Esensinya adalah meneguhkan rasa menjadi Indonesia melalui ritual kirab,” jelas Ketua Umum PNIB, AR Waluyo Wasis Nugroho, yang akrab disapa Gus Wal, kepada awak media, Jum’at (9/8/2025).

Menurut Gus Wal, nasionalisme kebangsaan tidak hanya berupa ucapan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata dan berkelanjutan.

“Sebagai ormas, PNIB hanya bisa mengingatkan bahwa aksi intoleransi yang masih terjadi menunjukkan rongrongan terhadap persatuan bangsa masih masif. Ada kelompok yang bergerak senyap memprovokasi masyarakat untuk berbuat intoleransi. Perusakan dan pelarangan tempat ibadah yang pelakunya tertangkap, sebagian besar adalah korban provokasi. Sementara otak provokator biasanya menghilang dan berpindah tempat untuk melakukan provokasi lain,” tegas Gus Wal.

Baca Juga
Kakanwil Benarkan ASN Kemenag Aceh Ditangkap Densus 88 Terkait Dugaan Terorisme

Ia menambahkan, penangkapan terduga teroris di berbagai daerah menjadi bukti bahwa gerakan khilafah belum sepenuhnya diberantas.

“Di Indonesia, paham khilafah dan negara Islam sering menjelma menjadi aksi terorisme jihad yang keliru. Mereka masih aktif merekrut kader teroris baru yang sudah terpapar ceramah kaum Wahabi, kombatan ISIS, dan pendakwah impor. Mereka ditanamkan kebencian terhadap penganut agama lain, dan pada tahap militansi tertentu dibentuk menjadi martir teroris,” papar Gus Wal.

PNIB, dengan semangat gotong royong tanpa pendanaan besar, membuktikan bahwa gelaran Kirab Merah Putih dapat terlaksana di berbagai kota. Ormas ini menunjukkan independensi dan integritasnya, sehingga dapat diterima di berbagai kalangan.

“PNIB memang baru memiliki cabang terbatas di beberapa daerah, tetapi setiap kali menggelar Kirab Merah Putih, massa dan simpatisan selalu hadir dan bergotong royong untuk menyukseskannya. Militansi PNIB adalah mencintai Indonesia tanpa koma—Indonesia yang setara. Merah Putih adalah harga mati, dan nasionalisme adalah keberanian menolak paham asing, seperti Wahabi, khilafah, dan terorisme, yang berawal dari intoleransi dalam bentuk apa pun,” ungkap Gus Wal.

Di akhir pernyataannya, Gus Wal dan PNIB mendesak pemerintah untuk segera menetapkan 16 November sebagai Hari Toleransi Nasional sebagai perekat kerukunan antarumat beragama. []

Baca Juga
Dirjenpas Luruskan Kasus Ammar Zoni: Tak Edarkan Narkoba, Hanya Ditemukan Satu Linting Ganja

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.
Enable Notifications OK No thanks