TERBARU

AcehNews

BPOM Dorong UMKM Aceh Go Internasional

ORINEWS.id – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Banda Aceh (BPOM Aceh) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) agar mampu bersaing di pasar nasional maupun global pada Kamis (18/9/2025).

Selama dua hari, tim sertifikasi BPOM Aceh melaksanakan audit dan pendampingan kepada pelaku usaha kosmetik dan pangan olahan dalam rangka pemenuhan regulasi cara produksi yang baik melalui program Inovasi Korporasi: Kolaborasi Fasilitasi UMK dalam Sertifikasi dan Izin Edar.

Inovasi Korporasi merupakan program kolaborasi yang dirancang untuk membantu UMKM memperoleh sertifikasi serta registrasi izin edar produk obat tradisional, kosmetik, dan pangan olahan. Dalam kegiatan kali ini, BPOM Aceh memberikan pendampingan kepada lima pelaku usaha, yaitu Green Work Profesional (kosmetik), Bitata Food (pangan), Kebab Almeera (pangan), Fish Jelly (pangan), dan Beelieve Bumoe Aceh (pangan).

Ketua Tim Bidang Sertifikasi BPOM Aceh, Nurlinda Lubis, menegaskan bahwa pendampingan ini sangat penting untuk memastikan setiap sarana produksi memenuhi standar Cara Produksi Kosmetik yang Baik (CPKB) maupun Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB).

Baca Juga
Tak Perlu Tunggu Masa Pensiun, ISESS Minta Prabowo Tiru Cara SBY Cari Sosok Kapolri

“Pendampingan ini bukan sekadar memenuhi aturan, tetapi juga untuk membangun kepercayaan konsumen, menjaga mutu, serta mendorong UMKM agar mampu meningkatkan daya saing, baik di tingkat nasional maupun global,” ujarnya.

Hasil audit menunjukkan bahwa sebagian besar sarana UMKM di Banda Aceh sudah cukup baik, meski masih ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan agar sesuai dengan standar. Perbaikan layout ruang produksi, pemisahan area bersih dan kotor, serta penyediaan fasilitas kebersihan menjadi fokus utama agar kualitas dan keamanan produk dapat terjaga sepanjang proses produksi.

BPOM Aceh berharap melalui Inovasi Korporasi ini, UMKM binaan dapat menghasilkan produk yang lebih berkualitas, aman, dan memiliki daya saing tinggi.

“Kami optimis, pendampingan yang berkesinambungan ini akan melahirkan UMKM unggul dan berdaya saing sehingga produk-produk lokal Aceh tidak hanya mampu bersaing di pasar nasional, tetapi juga menembus pasar global,” tutup Nurlinda.[]

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.
Enable Notifications OK No thanks