ORINEWS.id – Ketua DPP Advokat Persaudaraan Islam (API) FPI, Aziz Yanuar, menilai geng politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi akan menjadi pihak yang paling diuntungkan jika situasi keamanan nasional semakin memburuk akibat aksi anarkisme dalam demonstrasi belakangan ini.
“Prabowo harus segera mengganti Kapolri dan mereformasi Polri agar berhenti memainkan situasi politik dalam negeri. Patut diduga, polisi Brimob secara sengaja melindas pengemudi ojol untuk makin memprovokasi kemarahan rakyat,” kata Aziz seperti dilansir rmol, Kamis malam, 28 Agustus 2025.
Aziz berpendapat, provokasi tersebut bisa membuat rakyat meluapkan kemarahan kepada Presiden Prabowo Subianto, yang pada akhirnya berujung pada kejatuhannya.
“Kita semua mafhum bahwa selama rezim Jokowi sebelumnya, polisi memang jadi alat utama dari Jokowi dalam membuat berbagai rekayasa situasi politik dan cipta kondisi,” ujar Aziz.
Ia juga menyebut Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo masih menunjukkan loyalitas kepada Jokowi.
“Yang akan paling menikmati keuntungan politik bila situasi ini makin memburuk adalah Jokowi and the gank. Cara mainnya pinjam tangan rakyat dan polisi,” kata Aziz.
Menurut Aziz, Presiden Prabowo sedang disabotase dan dijerumuskan untuk menanggung situasi yang telah diciptakan selama 10 tahun pemerintahan Jokowi.
“Lucunya, dalam peristiwa KM 50 polisi mentah-mentah menolak mengakui membunuh. Tapi dalam peristiwa pelindasan ojol, Kapolri langsung mengakui, diduga untuk sengaja memprovokasi rakyat bahwa mereka seolah-olah memang tidak benar,” kata dia.
Lebih lanjut, Aziz mendesak aparat penegak hukum menindak tegas aktor intelektual di balik kericuhan yang terjadi beberapa hari terakhir.
“Kami sangat yakin aksi-aksi itu ada yang mendalangi. Ini wajib segera ditindak dan masyarakat yang waras pasti mendukung karena ini selain meresahkan juga dikhawatirkan mengganggu stabilitas roda pemerintahan Presiden Prabowo. Diduga kuat ‘Mulyono’ dan gengnya ada di balik aksi meresahkan ini,” ucap Aziz. []
































