ORINEWS.id – Azra’ie Zakaria, cendekiawan Muslim dan alumni Universitas Al-Azhar pertama asal Bengkalis, lahir di Kelapapati, Bengkalis, pada 31 Juli 1947. Ia merupakan anak kelima dan putra kedua dari tujuh bersaudara pasangan Zakaria bin Muhammad Amin, seorang ulama, dan Mariah binti Ahmad, ibu rumah tangga.
Azra’ie menamatkan SMA Negeri 1 Bengkalis pada 1966, lalu melanjutkan studi di Fakultas Syariah wal Qanun Universitas Al-Azhar, Mesir. Ia lulus pada 1975, menjadi warga Bengkalis pertama yang menyandang gelar sarjana dari kampus tersebut. Ia kemudian meraih gelar magister dan doktor dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta dengan disertasi Konsep Pendidikan Ibnu Khaldun dan Relevansinya dengan Pendidikan Modern.
Selama kariernya, Azra’ie pernah bekerja di Radio Cairo (1983–1990), menjadi penerjemah di Kedutaan Besar Suriah dan Libya, memimpin Madrasah Aliyah Sultan Hasanuddin (1993–2000), dan mengajar di sejumlah perguruan tinggi, termasuk Universitas Islam As-Syafi’iyah. Di luar kampus, ia aktif berkhotbah, mengajar kitab kuning, dan memberikan kajian tafsir di masjid-masjid Jakarta. Ia juga mendirikan Baitul Maal wat Tamwil (BMT) Al-Khairiyah.
Azra’ie menikah dengan Athiah Muhayat, seorang dosen, di Kedutaan Besar RI di Kairo pada 31 Desember 1983. Pasangan ini dikaruniai tiga anak: Adri Imaduddin Azra’ie, Ilham Zurriyati, dan Maya Fadlilah Azra’ie. Bersama istrinya, ia menulis buku biografi Ibnu Sahnun: Pemikir Pertama Pendidikan Islam (2008).
Azra’ie wafat pada 19 Juli 2019 di RSAU dr. Esnawan Antariksa, Jakarta Timur, akibat komplikasi diabetes. Ia dimakamkan di Jalan Buncit Raya Kalibata Pulo, Jakarta. []































