ORINEWS.id – Setiap tahun, lebih dari dua juta orang di dunia menerima diagnosis kanker baru, dengan ratusan ribu kematian tercatat akibat penyakit ini. Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa kanker bukanlah penyakit yang muncul dari satu penyebab tunggal, sehingga pencegahannya pun tidak bisa bergantung pada satu kebiasaan saja.
“Kanker pada dasarnya adalah masalah seluruh tubuh,” jelas Dr. Michael Foote, ahli onkologi gastrointestinal, seperti dilansir Parade, Sabtu (14/2/2026).
Ia menerangkan, kanker terjadi ketika sel normal mengalami kerusakan DNA, sehingga tumbuh dan berperilaku tidak terkendali. Faktor pemicunya bisa beragam, mulai dari genetik hingga gaya hidup jangka panjang.
Hal senada disampaikan Dr. Kyaw Kyaw Tun, ahli hematologi dan onkologi. Menurutnya, kanker hampir tidak pernah berkembang dari satu faktor tunggal.
“Kanker mencerminkan kombinasi antara faktor genetik, proses penuaan, paparan lingkungan, serta kebiasaan hidup dalam jangka panjang,” ujarnya.
Maka dari itu, para dokter mendorong pendekatan holistik untuk menurunkan risiko kanker. Pola hidup sehat tak bisa berdiri sendiri Banyak orang mengira bahwa makan sehat saja sudah cukup untuk mencegah kanker. Anggapan ini dinilai keliru.
“Sayangnya, hanya makan sehat saja tidak cukup. Banyak faktor lain di luar pola makan yang dapat merusak sel dan memicu kanker,” tutur Foote.
Ahli onkologi lainnya, Dr. Shikha Jain menambahkan, seseorang bisa saja makan dengan baik, tetapi tetap meningkatkan risiko kanker jika jarang bergerak, kurang tidur, terpapar rokok, mengonsumsi alkohol berlebihan, atau melewatkan pemeriksaan kesehatan rutin.
“Biologi kanker itu kompleks. Pola makan membantu menurunkan risiko, tetapi tidak bekerja secara terpisah dan tidak bisa menghapus dampak faktor genetik atau kebiasaan buruk lainnya,” kata Jain.
6 Langkah untuk meminimalisir risiko kanker
1. Rutin beraktivitas fisik
Olahraga sering dianggap sepele, padahal manfaatnya besar dalam menurunkan risiko kanker.
Jain menjelaskan, aktivitas fisik membantu meningkatkan sensitivitas insulin, menurunkan peradangan kronis, memperkuat sistem imun, serta menyeimbangkan hormon seperti estrogen.
“Olahraga adalah salah satu kebiasaan paling konsisten dalam menurunkan risiko berbagai jenis kanker,” ujarnya. Aktivitas fisik juga membantu menjaga berat badan ideal, yang diketahui berkaitan erat dengan risiko kanker tertentu.
2. Lindungi kulit dari paparan sinar matahari
Paparan sinar ultraviolet (UV) berlebih merupakan salah satu penyebab utama kanker kulit. Foote menekankan pentingnya perlindungan kulit.
“Membatasi paparan sinar UV dapat mencegah kanker kulit dan melanoma,” jelasnya.
Selain menurunkan risiko kanker, penggunaan tabir surya secara rutin juga membantu menjaga kesehatan kulit secara keseluruhan, termasuk mencegah penuaan dini.
3. Hindari tembakau dan batasi alkohol
Jika hanya bisa melakukan satu perubahan gaya hidup, para ahli sepakat bahwa menghindari rokok adalah langkah terpenting.
“Menghindari tembakau adalah langkah paling efektif untuk menurunkan risiko kanker. Merokok merupakan penyebab kanker yang paling bisa dicegah,” imbau Tun.
Alkohol pun perlu dibatasi. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa tidak ada tingkat konsumsi alkohol yang benar-benar aman.
“Alkohol meningkatkan risiko kanker payudara, usus besar, hati, dan tenggorokan, dan risikonya meningkat seiring jumlah konsumsi,” kata Tun.
4. Terapkan hubungan seksual yang aman dan lengkapi vaksinasi
Beberapa virus yang menular melalui hubungan seksual, seperti HPV dan hepatitis, diketahui dapat meningkatkan risiko kanker. Foote menjelaskan bahwa virus-virus ini dapat merusak sel dan melemahkan sistem imun.
“Vaksin HPV telah terbukti menurunkan angka kanker serviks, dan praktik seks aman tetap penting untuk mencegah kanker terkait infeksi,” ujarnya.
Vaksin hepatitis B juga disarankan untuk menurunkan risiko kanker hati.
5. Lakukan deteksi dini secara rutin
Tidak semua faktor risiko kanker bisa dikendalikan. Oleh karena itu, deteksi dini menjadi kunci penting.
Jain menekankan pentingnya mengikuti jadwal skrining sesuai usia dan faktor risiko, seperti mammografi atau kolonoskopi.
“Pemeriksaan rutin adalah salah satu cara paling efektif untuk menurunkan angka kematian akibat kanker,” ujarnya.
Deteksi dini memungkinkan penanganan lebih cepat dan peluang kesembuhan yang lebih tinggi.
6. Bangun kebiasaan sehat secara konsisten
Para ahli sepakat, tidak ada satu kebiasaan ajaib yang bisa mencegah kanker.
“Tidak ada perilaku yang sepenuhnya mencegah kanker, tetapi kombinasi kebiasaan sehat dapat secara bermakna menurunkan risikonya dari waktu ke waktu,” tegas Tun.
Dengan menerapkan berbagai langkah ini secara konsisten, mulai dari olahraga, perlindungan kulit, hingga skrining rutin, masyarakat dapat membangun perlindungan berlapis terhadap risiko kanker.
Meski kanker tidak selalu dapat dicegah, pola hidup sehat dan kesadaran terhadap faktor risiko terbukti membantu menurunkan peluang terjadinya penyakit ini. Pendekatan menyeluruh dan berkelanjutan menjadi kunci utama. [source:kompas]



































