TERBARU

InternasionalNews

Iran Ancam Hancurkan Pangkalan Militer AS di Timur Tengah

ORINEWS.id – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi memperingatkan Amerika Serikat bahwa pangkalan militernya di kawasan Timur Tengah akan menjadi sasaran jika Washington melakukan agresi terbuka terhadap Iran.

Advertisements
DISKOMINSA - HPN 2026

“Jika AS menyerang Iran, kami akan menyerang pangkalan Amerika di kawasan tersebut karena merupakan target yang mudah diakses,” kata Araghchi di sela-sela Forum Al Jazeera edisi ke-17 di Doha, Qatar, Sabtu, sebagaimana dilansir Press TV.

Araghchi menegaskan bahwa Iran tidak akan menyerang wilayah negara-negara tetangga. Menurut dia, respons Teheran hanya akan diarahkan ke lokasi pangkalan militer Amerika Serikat. Ia menyatakan Angkatan Bersenjata Iran sepenuhnya siap merespons secara tegas setiap tindakan permusuhan yang dilakukan terhadap negaranya.

Advertisements
Baca Juga
AS Kerahkan Armada Tempur ke Iran, China Langsung Angkat Suara
BANK ACEH - HPN 2026

Dalam pernyataannya, Araghchi juga menegaskan bahwa program rudal Iran tidak dapat dinegosiasikan. Ia menyebut program tersebut sebagai murni bagian dari pertahanan nasional dan berada di luar ruang lingkup pembicaraan apa pun.

Selain itu, Araghchi menekankan bahwa Iran memiliki hak yang tidak dapat dicabut untuk memperkaya uranium. Ia mengatakan proses pengayaan harus tetap berlanjut dan menilai bahwa bahkan serangan militer tidak akan efektif untuk menghilangkan kemampuan nuklir Iran. Ia secara tegas menolak gagasan pengayaan uranium nol persen dan menyatakan isu tersebut berada di luar ruang lingkup negosiasi.

Araghchi juga menyinggung putaran terbaru pembicaraan nuklir antara Iran dan Amerika Serikat yang berakhir di Muscat, Oman, sehari sebelumnya. Ia menggambarkan perundingan tersebut sebagai “awal yang baik,” namun memperingatkan bahwa masih diperlukan perjalanan panjang untuk membangun kepercayaan antara kedua pihak.

Menurut Araghchi, pembicaraan dengan Amerika Serikat berlangsung secara tidak langsung dan terbatas hanya pada isu nuklir. Ia menegaskan bahwa Teheran secara konsisten menyatakan setiap kesepakatan yang tidak memberikan manfaat ekonomi nyata tidak akan memiliki nilai praktis bagi Iran.

Baca Juga
Usai Bombardir Tiga Situs Nuklir, Trump Ancam Iran soal Target Selanjutnya Jika Balas Serang AS

Dalam isu nuklir, Iran bersikeras pada hak hukumnya untuk memperkaya uranium di wilayahnya sendiri dan menyebut hal itu sebagai garis merah dalam perundingan. Dari sudut pandang Teheran, setiap langkah teknis hanya dapat dipertimbangkan dalam kerangka yang mengakui hak tersebut. Iran menilai setiap prasyarat di luar itu sebagai tanda itikad buruk dari pihak lain.

Iran diketahui telah menggelar lima putaran pembicaraan terkait pengganti kesepakatan nuklir 2015 sebelum terjadinya serangan udara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran serta fasilitas nuklirnya pada pertengahan Juni lalu. []

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.
Enable Notifications OK No thanks