TERBARU

InternasionalNews

Iran Pamer Rudal Balistik Khorramshahr-4, Mampu Menembus Arrow 3 dan THAAD

ORINEWS.id – Iran memperkenalkan varian terbaru rudal balistik jarak menengahnya, Khorramshahr-4 atau Kheibar, di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Rudal ini menandai fase baru dalam doktrin militer Teheran yang menitikberatkan pada kemampuan serangan jarak jauh untuk menembus sistem pertahanan udara modern.

Khorramshahr-4 memiliki jangkauan hingga 2.000 kilometer, memungkinkan Iran menjangkau target strategis di hampir seluruh kawasan Timur Tengah. Rudal ini dirancang dengan tingkat akurasi yang diklaim lebih tinggi dibandingkan pendahulunya, sekaligus membawa daya hancur yang signifikan.

Secara teknis, Khorramshahr-4 memiliki panjang sekitar 13 meter dengan diameter 1,5 meter dan bobot peluncuran mencapai 20 ton. Rudal ini mampu membawa hulu ledak seberat 1.500 kilogram, kapasitas yang relatif besar untuk kelas rudal balistik jarak menengah dan berpotensi menghasilkan dampak destruktif yang luas.

Iran pertama kali memperkenalkan Khorramshahr-4 ke publik pada 25 Mei 2023, bertepatan dengan peringatan 41 tahun pembebasan Kota Khorramshahr dalam Perang Iran-Irak. Momentum tersebut dipilih sebagai simbol kontinuitas narasi ketahanan dan perlawanan militer Iran.

Baca Juga
Media Asing Soroti Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa #IndonesiaGelap

Meski diperkenalkan pada 2023, Khorramshahr-4 disebut sebagai generasi keempat karena membawa peningkatan teknologi signifikan dibandingkan varian sebelumnya. Pada 2026, rudal ini disebut telah menjadi bagian utama kekuatan serangan jarak jauh Iran, dengan laporan pada pertengahan 2025 yang menyebutkan keterlibatannya dalam skenario konflik nyata di kawasan Timur Tengah.

Salah satu pembaruan utama terletak pada penggunaan mesin berbahan bakar cair yang dapat disimpan dalam jangka panjang. Teknologi ini memungkinkan rudal tetap berada dalam kondisi siap luncur selama bertahun-tahun dan memangkas waktu persiapan peluncuran menjadi sekitar 12 menit.

Untuk meningkatkan daya tahan terhadap serangan pendahuluan, Khorramshahr-4 dirancang agar dapat diluncurkan dari dua platform, yakni kendaraan peluncur bergerak (Transporter Erector Launcher/TEL) dan silo bawah tanah yang dilindungi struktur beton bertulang.

Kemunculan Khorramshahr-4 memunculkan pertanyaan besar di kalangan analis militer mengenai efektivitas sistem pertahanan udara Amerika Serikat dan Israel. Sistem Arrow 3 milik Israel dirancang untuk mencegat rudal di luar atmosfer, namun kemampuan koreksi jalur dan potensi penggunaan umpan dinilai dapat menyulitkan proses identifikasi target.

Baca Juga
Penyebab Gagalnya Proyek Rp 278 Triliun Ternyata Gegara Ini

Sementara itu, sistem THAAD Amerika Serikat yang beroperasi pada fase terminal menghadapi tantangan berupa kecepatan masuk ulang Khorramshahr-4 yang diklaim mencapai Mach 12 hingga Mach 15. Kecepatan tersebut dinilai mempersempit waktu reaksi radar dan interceptor. Adapun sistem Patriot sebagai lapis pertahanan terakhir berpotensi menghadapi risiko kerusakan sekunder akibat energi kinetik hulu ledak berukuran besar yang jatuh dengan kecepatan ekstrem.

Dengan kombinasi mobilitas tinggi, waktu persiapan singkat, dan muatan hulu ledak besar, Khorramshahr-4 dipandang sebagai upaya Iran untuk menyeimbangkan keunggulan sistem pertahanan udara Barat. Di atas kertas, keberhasilan pencegatan terhadap rudal ini akan sangat bergantung pada kecepatan deteksi dan respons sistem radar otomatis dalam menghadapi serangan mendadak. []

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.
Enable Notifications OK No thanks