ORINEWS.id – Kejutan melanda Jalur Gaza setelah beredar foto-foto jenazah warga Palestina yang sebelumnya ditahan oleh Israel dan kemudian diserahkan melalui Palang Merah Internasional kepada Kementerian Kesehatan Gaza, sesuai kesepakatan gencatan senjata.
Foto-foto tersebut, sebagaimana disampaikan otoritas kesehatan Gaza, memperlihatkan kondisi jenazah dengan dugaan tanda-tanda penyiksaan berat. Sejumlah korban disebut dieksekusi dari jarak dekat, sebagian lain ditemukan dalam kondisi terikat, serta mengalami pendarahan hebat sebelum meninggal dunia.
Direktur Kementerian Kesehatan Gaza, Munir Al-Barash, mengatakan pengamatan awal terhadap jenazah yang diserahkan menunjukkan indikasi penyiksaan, pengikatan, serta pembedahan pada sebagian tubuh korban. Ia juga menyebut adanya dugaan pengambilan organ tubuh.
“Pengamatan awal menunjukkan tanda-tanda penyiksaan, pengikatan, pembedahan sebagian mayat, pengosongan, dan pengisian tubuh dengan kapas,” ujar Al-Barash.
Kementerian Kesehatan Gaza menuding adanya praktik penjarahan organ, termasuk kornea, ginjal, dan hati. Tuduhan tersebut kembali memunculkan laporan dan dokumentasi lama mengenai dugaan pencurian organ dari jenazah warga Palestina, yang sebelumnya pernah disorot sejumlah media dan lembaga hak asasi manusia.
Media Palestina, Shehab, menelusuri kembali laporan-laporan terdahulu yang mengaitkan otoritas Israel dengan praktik tersebut. Dalam beberapa laporan lama disebutkan bahwa Israel memiliki bank kulit manusia yang didirikan pada pertengahan 1980-an di bawah pengawasan sektor medis militer, yang disebut menyimpan jaringan kulit untuk kebutuhan medis.
Isu dugaan pencurian organ ini pernah mencuat secara internasional pada akhir 1990-an dan 2000-an. Antropolog Nancy Scheper-Hughes, pendiri organisasi Organs Watch, dalam kesaksiannya di hadapan subkomite Kongres Amerika Serikat pada 2001, menyatakan menerima keluhan dari kelompok hak asasi manusia di Tepi Barat mengenai dugaan pengambilan jaringan dan organ dari jenazah warga Palestina oleh ahli patologi Israel.
Kontroversi tersebut kembali menguat pada 2009 setelah penayangan film dokumenter yang memuat pengakuan mantan Direktur Institut Kedokteran Forensik Israel, Yehuda Hiss. Dalam dokumenter itu, Hiss mengatakan,
“Kami mengambil kornea, kulit, katup jantung, dan tulang… Semua yang dilakukan bersifat informal dan sebagian besar tanpa izin keluarga.”
Peneliti antropologi Meirav Weiss juga pernah menyatakan bahwa ia menyaksikan langsung praktik pengambilan organ dari jenazah warga Palestina ketika berada di institut tersebut, sementara jenazah tentara Israel tetap dibiarkan utuh. Weiss menyebut organ diambil sedemikian rupa agar tidak mudah terdeteksi oleh keluarga korban.
Pada 2009, otoritas Amerika Serikat menangkap Levi Yitzhak Rosenbaum, warga Israel, atas keterlibatannya sebagai perantara perdagangan organ ilegal. Jurnalis Swedia Donald Bostrom dalam investigasinya mengaitkan jaringan tersebut dengan dugaan pencurian organ dari jenazah warga Palestina. Bostrom menyebut bahwa sebagian transplantasi ginjal di Israel pada awal 2000-an diduga bersumber dari praktik ilegal.
Pemerintah Israel kala itu membantah tuduhan tersebut. Juru bicara Kementerian Kesehatan Israel, Einav Shimron Greenboim, menyatakan praktik yang disebutkan dalam laporan tersebut merupakan “cerita lama yang telah berakhir bertahun-tahun lalu.”
Dalam perkembangan terbaru, Observatorium Euro-Mediterania untuk Hak Asasi Manusia pada November 2023 menyerukan pembentukan komisi penyelidikan internasional independen terkait penahanan jenazah warga Palestina oleh pasukan Israel, termasuk di Kompleks Medis Al-Shifa, Rumah Sakit Indonesia di Gaza utara, serta sejumlah lokasi evakuasi selama operasi militer Israel sejak 7 Oktober.
Observatorium tersebut melaporkan adanya penggalian kuburan massal dan dugaan hilangnya sejumlah organ vital pada jenazah yang diperiksa dokter di Gaza, seperti kornea, koklea telinga, hati, ginjal, dan jantung. Hingga kini, tuduhan-tuduhan tersebut masih menjadi sorotan dan menunggu penyelidikan independen internasional. []


































