ORINEWS.id – Sebanyak 1.050 mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) mengikuti kegiatan Pembekalan Program Mahasiswa Berdampak Pemulihan Bencana Sumatera Tahun 2026 yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemdiktisaintek. Pembekalan diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) USK, bertempat di Ruang Hall Gedung AAC Prof. Dayan Dawood, Darussalam, Banda Aceh, Kamis (29/1/2026).
Kegiatan pembekalan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK, Prof. Mustanir. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa yang menunjukkan komitmen untuk terlibat langsung dalam KKN Kebencanaan melalui program PKM Berdampak.
Ia juga mengingatkan bahwa mahasiswa akan ditempatkan langsung di wilayah bencana dengan berbagai keterbatasan, seperti kondisi lingkungan yang tidak ideal, keterbatasan air bersih, serta pola aktivitas yang tidak teratur. Oleh karena itu, mahasiswa diminta untuk mempersiapkan diri secara fisik, mental, dan kesehatan sebelum terjun ke lapangan.
Capaian ini menempatkan USK sebagai penerima program yg paling banyak didanai dari 82 Perguruan Tinggi pengusul. Hasil ini merupakan hasil sinergi antara mahasiswa dan dosen pembimbing yang difasilitasi oleh LPPM USK, dengan mahasiswa sebagai aktor utama pelaksana program di lapangan.
“Melalui Program Mahasiswa Berdampak dan KKN Kebencanaan ini, saya berharap mahasiswa mampu menebar kebaikan, menjaga nama baik USK, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat terdampak bencana,” tutupnya.
Selain sambutan pembukaan, kegiatan pembekalan juga diisi dengan penyampaian materi terkait persiapan, arti, tujuan, dan sasaran Program KKN Kebencanaan yang disampaikan oleh Dr. Sulastri, dengan moderator Dr. Muhammad Yasar. Materi ini bertujuan memberikan pemahaman komprehensif kepada mahasiswa mengenai peran strategis KKN dalam upaya pemulihan dampak bencana di Sumatera. []































