TERBARU

Edukasi

Temui Mensos, Rektor UIN Ar-Raniry Minta Bantuan bagi Ribuan Mahasiswa Korban Banjir

ORINEWS.id – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh Prof Mujiburrahman menemui Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul di Jakarta, Rabu, (28/1/2026). Pertemuan tersebut membahas permohonan bantuan bagi mahasiswa UIN Ar-Raniry yang terdampak banjir dan terancam putus kuliah.

Berdasarkan pendataan internal kampus, sebanyak 3.531 mahasiswa tercatat berasal dari keluarga terdampak bencana hidrometeorologi. Sebagian orang tua mahasiswa kehilangan mata pencaharian, sementara lainnya masih berada di pengungsian sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar pendidikan anaknya.

“Dalam kondisi seperti ini, mahasiswa tidak mungkin dibebani kewajiban membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT). Tanpa dukungan, mereka berpotensi menghentikan studi,” kata Mujiburrahman.

Menurut dia, dampak bencana tidak berhenti pada fase tanggap darurat. Memasuki tahap rehabilitasi dan rekonstruksi, beban ekonomi keluarga mahasiswa justru semakin berat, sementara perkuliahan Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 tetap berjalan dengan kewajiban akademik dan finansial.

Baca Juga
Rektor USK Resmikan Kansis dan Entrepreneur Lounge
DONASI TAHAP KEDUA

UIN Ar-Raniry sebelumnya telah menyalurkan bantuan awal berupa biaya hidup sebesar Rp 200.000 per mahasiswa melalui Islamic Trust Fund (ITF). Bantuan tersebut bersifat sementara untuk memenuhi kebutuhan paling mendesak pascabencana.

Untuk menjamin keberlanjutan studi mahasiswa terdampak, UIN Ar-Raniry mengajukan proposal bantuan untuk pembiayaan UKT, sewa tempat tinggal, biaya hidup, serta kebutuhan dasar penunjang perkuliahan.

Selain ke Kementerian Sosial, proposal serupa juga diajukan ke Kementerian Agama, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), serta Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP).

Mujiburrahman menilai keberlanjutan pendidikan tinggi merupakan bagian penting dari pemulihan pascabencana. Menurut dia, risiko putus kuliah massal akan berdampak jangka panjang bagi pembangunan sumber daya manusia di Aceh.

“Mahasiswa adalah investasi masa depan. Jika mereka berhenti kuliah karena bencana, dampaknya akan dirasakan bertahun-tahun ke depan,” ujarnya.

UIN Ar-Raniry berharap pemerintah melalui kementerian dan lembaga terkait dapat segera merespons usulan tersebut agar mahasiswa terdampak banjir tetap memperoleh hak atas pendidikan tinggi. []

Baca Juga
Dihadiri Presiden Prabowo, 14 Alumni FSH UIN Ar-Raniry Dikukuhkan Jadi Hakim MS

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.
Enable Notifications OK No thanks