TERBARU

InternasionalNews

Rusia Luncurkan 396 Drone dan Rudal ke Ukraina, Kyiv dan Kharkiv Digempur

ORINEWS.id – Pasukan Rusia melancarkan serangan udara besar-besaran ke Ukraina pada Sabtu malam dengan meluncurkan 396 drone dan rudal berbagai jenis. Angkatan Bersenjata Ukraina menyatakan 372 di antaranya berhasil ditembak jatuh atau dilumpuhkan sistem pertahanan udara.

Ibu kota Ukraina, Kyiv, dan kota besar di timur, Kharkiv, menjadi sasaran utama serangan tersebut. Otoritas setempat melaporkan sedikitnya satu orang tewas dan lebih dari 20 orang lainnya terluka akibat rentetan serangan itu.

“Kyiv berada di bawah bombardir musuh besar-besaran. Jangan tinggalkan tempat perlindungan Anda!” kata Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko melalui Telegram, seperti dilansir Euronews. Ia menyebutkan kebakaran terjadi di sejumlah bangunan akibat puing-puing drone yang jatuh, serta gangguan pasokan air dan pemanas di beberapa wilayah ibu kota.

Menurut Klitschko, satu warga dilaporkan meninggal dunia. Banyak warga Kyiv menghabiskan malam di stasiun-stasiun metro yang difungsikan sebagai tempat perlindungan. Kepala administrasi militer regional Kyiv juga melaporkan empat orang lainnya mengalami luka-luka di wilayah sekitar ibu kota.

Baca Juga
Tiongkok Keluarkan Peringatan Kuning Tsunami Usai Gempa Dahsyat Rusia

Di Kharkiv, serangkaian ledakan keras mengguncang kota terbesar kedua di Ukraina itu. Wali Kota Kharkiv Ihor Terekhov mengatakan serangan drone Rusia merusak sejumlah bangunan tempat tinggal. Kebakaran dilaporkan terjadi di apartemen-apartemen gedung bertingkat, serta kerusakan pada sebuah hostel pengungsi, rumah sakit, dan rumah sakit bersalin.

Sebanyak 14 orang dilaporkan terluka di Kharkiv, termasuk seorang perempuan hamil dan seorang anak.

Serangan juga berdampak signifikan di Chernihiv, wilayah di utara Ukraina. Pemerintah setempat menyatakan penembakan besar-besaran Rusia menghantam fasilitas infrastruktur energi dan menyebabkan kerusakan pada berbagai peralatan. “Hampir seluruh kota telah dibombardir,” demikian pernyataan otoritas Chernihiv.

Gelombang serangan terbaru ini terjadi di tengah pertemuan langsung para negosiator dari Rusia, Ukraina, dan Amerika Serikat yang dimulai pada Jumat dan berlanjut hingga Sabtu di Abu Dhabi. Pertemuan tersebut membahas rencana yang dipromosikan Presiden AS Donald Trump untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung hampir empat tahun.

Baca Juga
Penampakan Tsunami 4 Meter Hantam Bangunan di Kamchatka Rusia

Menjelang perundingan itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan hambatan utama dalam upaya perdamaian tetap berkaitan dengan isu wilayah. Rusia, menurut Zelenskyy, bersikeras agar pasukan Ukraina ditarik dari Donbas, kawasan industri strategis di timur negara tersebut. []

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.
Enable Notifications OK No thanks