ORINEWS.id – Dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Pidie digembok oleh salah satu donatur utama pembangunan. Penggembokan dilakukan karena belum adanya pembayaran sewa tanah serta dinilai tidak transparannya pengelolaan dapur oleh Ketua Kadin Pidie, Muhammad Junaidi, yang akrab disapa Janeng.
Penggembokan dapur MBG itu dilakukan pada Sabtu siang, 24 Januari. Langkah tersebut diambil karena pihak donatur menilai terjadi pengingkaran janji terkait kesepakatan kerja sama dan bagi hasil yang telah disepakati sejak awal pembangunan dapur.
Pemilik kompleks perumahan Citra Karsa, Ichwan, mengatakan dapur MBG Kadin Pidie dibangun secara bersama-sama oleh sejumlah donatur. Namun, hingga kini, kesepakatan yang dibuat tidak dijalankan oleh Muhammad Junaidi.
“Dapur Kadin itu dibangun secara bersama-sama oleh sejumlah donatur, tapi hingga saat ini kesepakatan bersama tidak dijalankan oleh Muhammad Junaidi dengan tidak memberikan hak hasil dari MBG itu kepada kami. Maka terpaksa kami gembok dulu dapur Kadin, bahkan bila perlu kami tutup karena ketidakjelasan pengelolaan oleh Ketua Kadin yang hanya melibatkan keluarganya,” kata Ichwan dalam keterangan tertulis, Sabtu.
Menurut Ichwan, sejak awal pembangunan telah disepakati bahwa pengelolaan dapur MBG dilakukan secara bersama-sama demi kesejahteraan semua pihak yang terlibat. Namun, setelah dapur selesai dibangun dan mulai beroperasi, pengelolaan justru dilakukan secara sepihak tanpa melibatkan para donatur.
“Saat membangun, Muhammad Junaidi bermohon-mohon untuk dibantu pembangunan gedung MBG. Setelah selesai dan beroperasional, dapur itu dikelola sendiri tanpa transparansi dan tanpa melibatkan kami yang terlibat sejak awal,” ujarnya.
Ichwan juga menyebutkan tidak adanya itikad baik dari Ketua Kadin Pidie untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Perjanjian kerja sama, kata dia, hingga kini diabaikan, termasuk kewajiban pembayaran sewa lahan.
“Sewa lahan dan perlengkapan lain setiap siklus sudah dibayar oleh BGN, tapi Janeng belum membayar kepada pemilik tanah. Persoalan ini berlarut-larut hingga kami terpaksa menggembok dapur MBG yang menurut kami tidak memberikan asas manfaat di kompleks perumahan Graha Citra Karsa,” kata Ichwan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Kadin Pidie maupun Muhammad Junaidi terkait penggembokan dapur MBG tersebut. []































