ORINEWS.id – Dua kereta cepat bertabrakan di Spanyol pada Minggu malam, 18 Januari 2026, menewaskan sedikitnya 21 orang. Kecelakaan terjadi setelah salah satu kereta anjlok dan masuk ke jalur lain, lalu menghantam kereta cepat yang melaju dari arah berlawanan.
Badan perkeretaapian Spanyol Administrador de Infraestructuras Ferroviarias (ADIF) menjelaskan, peristiwa bermula ketika kereta cepat yang berangkat dari Malaga menuju Madrid anjlok di dekat Adamuz. Kereta tersebut keluar dari rel dan masuk ke jalur seberang.
Di saat bersamaan, kereta cepat lain datang dari arah berlawanan dan tidak sempat menghindar. Tabrakan pun tak terelakkan. Kereta yang ditabrak kemudian ikut tergelincir dari rel.
Kementerian Dalam Negeri Spanyol menyatakan, hingga Minggu malam waktu setempat, sedikitnya 21 orang dipastikan meninggal dunia. Layanan darurat Andalusia melaporkan sedikitnya 25 orang mengalami luka parah akibat kecelakaan tersebut.
Untuk menangani korban, otoritas setempat mengerahkan lima unit perawatan intensif bergerak, empat unit perawatan kritis darurat, serta sejumlah ambulans ke lokasi kejadian. Tim medis memberikan pertolongan pertama di lokasi sebelum mengevakuasi korban ke rumah sakit terdekat.
Presiden pemerintah Andalusia Juanma Moreno menyampaikan belasungkawa melalui media sosial X. “Solidaritas dan dukungan kami kepada semua yang terkena dampak,” tulis Moreno.
Akibat kecelakaan itu, layanan kereta dari wilayah Andalusia menuju Madrid dihentikan sementara. Penghentian perjalanan juga berdampak pada rute kereta dari Cordoba, Sevilla, Malaga, dan Huelva, yang ditangguhkan setidaknya hingga Senin, 19 Januari 2026.
Seorang jurnalis stasiun televisi pemerintah Radiotelevisión Española (RTVE), Salvador Jimenez, yang berada di salah satu kereta, mengatakan ia menumpang kereta dari Malaga. Menurut dia, dua gerbong terakhir anjlok dan terguling ke samping.
“Rasanya seperti kereta mengalami ‘gempa bumi’ beberapa saat sebelum kecelakaan,” kata Jimenez. []



























