TERBARU

Teknologi

Ketua DPRK: Hanya 20 dari 150 BTS Telkomsel di Banda Aceh Punya Genset

ORINEWS.id – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota Banda Aceh (DPRK) Irwansyah menyoroti keterbatasan sumber listrik cadangan pada Base Transceiver Station (BTS) milik Telkomsel. Kondisi ini dinilai menghambat pemulihan pascabencana karena akses komunikasi belum pulih optimal saat listrik belum sepenuhnya stabil.

Advertisements
DISKOMINSA - HPN 2026

Irwansyah menyebut keterbatasan genset membuat sebagian besar BTS Telkomsel tidak dapat beroperasi maksimal ketika pasokan listrik utama terganggu, sehingga berdampak langsung pada komunikasi masyarakat di berbagai wilayah Aceh.

“Bayangkan, dari 150-an BTS Telkomsel di Banda Aceh, hanya sekitar 20-an yang punya genset. Pantas saja sinyal kita rusak dan terganggu ketika listrik padam,” ujar Irwansyah ketika menyampaikan kekecewaannya setelah mendatangi kantor GraPARI Telkomsel.

Advertisements
BANK ACEH - HPN 2026
Baca Juga
Teuku Riefky: Iman Jadi Kunci Terhindar Dampak Negatif Teknologi

Ia menilai gangguan jaringan pada fase pemulihan tidak bisa dianggap persoalan teknis semata.

Ketergantungan BTS pada pasokan listrik utama membuat kualitas layanan melemah saat komunikasi justru dibutuhkan untuk koordinasi bantuan, layanan darurat, dan aktivitas pemulihan.

“Komunikasi itu nyawa di saat bencana. Kalau sinyal mati, masyarakat makin terisolasi dan menderita. Telkomsel menurut saya kurang, bahkan tidak serius melihat kondisi kita di Aceh,” kata Irwansyah.

Ia menegaskan, sebagai perusahaan besar, Telkomsel seharusnya menambah infrastruktur darurat yang memadai sejak awal pascabencana agar layanan komunikasi tidak menjadi hambatan pemulihan.

“Telkomsel bukan perusahaan kacangan. Ini perusahaan besar. Jangan bilang tidak ada uang untuk menyediakan genset di banyak BTS. Ini soal kesiapsiagaan dan tanggung jawab sosial perusahaan,” tegasnya. []

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.
Enable Notifications OK No thanks