ORINEWS.id – Sejumlah wilayah di Aceh kembali dilanda banjir dan tanah longsor setelah hujan deras berkepanjangan mengguyur sejak awal pekan. Kabupaten Bireuen, Pidie Jaya, Aceh Utara, dan Aceh Singkil menjadi daerah dengan dampak terparah. Aktivitas warga di Bireuen dilaporkan nyaris lumpuh akibat tingginya genangan dan meluasnya area terdampak.
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, meminta seluruh bupati dan wali kota yang wilayahnya mengalami bencana untuk segera menetapkan status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi. Arahan ini disampaikan melalui rilis resmi Pemerintah Aceh yang dibacakan Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, pada Rabu, 26 November 2025.
“Pemerintah kabupaten/kota diminta meningkatkan koordinasi dengan TNI, Polri, ormas, relawan penanggulangan bencana, Tagana, RAPI, ORARI, dan unsur lainnya,” ujar MTA mengutip instruksi Gubernur.
Gubernur juga menegaskan agar seluruh kepala daerah menjadikan laporan BMKG Stasiun Meteorologi Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang sebagai rujukan utama dalam menetapkan status kedaruratan.
Sejumlah Daerah Tetapkan Status Siaga Darurat
Laporan dari para Kepala Pelaksana BPBD kabupaten/kota yang diterima Sekretaris Daerah Aceh selaku Kepala BPBA menyebutkan bahwa sejumlah daerah telah menetapkan status siaga darurat. Daerah tersebut antara lain Aceh Besar, Pidie, Aceh Jaya, Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Singkil, Aceh Tenggara, Aceh Tengah, Aceh Utara, serta Aceh Tamiang.
Adapun kabupaten/kota terdampak banjir dan longsor meliputi Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Lhokseumawe, Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Selatan, dan Aceh Singkil. Empat daerah yang paling parah adalah Bireuen, Pidie Jaya, Aceh Utara, dan Singkil.
BPBA telah mengirimkan peralatan darurat ke wilayah paling terdampak, termasuk 500 pelampung keselamatan (life jacket), perahu polietilen, dan mesin perahu untuk mendukung proses evakuasi warga.
Gangguan Listrik dan Komunikasi
Pemerintah Aceh juga menyoroti dampak bencana terhadap jaringan listrik dan telekomunikasi di sejumlah wilayah.
“Kami berharap kepada masyarakat bersabar, kita yakin pihak PLN dan perusahaan jasa telekomunikasi yang beroperasi di Aceh sedang mengambil langkah-langkah strategis sebagai bagian dari respon penanggulangan bencana ini,” kata MTA.
Hingga kini, tim Pemerintah Aceh bersama BPBD kabupaten/kota masih berada di lapangan untuk memastikan proses evakuasi dan pendataan korban terdampak berjalan optimal. Estimasi jumlah korban masih diperbarui seiring perkembangan situasi di lapangan.
“Saat ini Tim Pemerintah Aceh masih terus di lapangan bersama Tim Kab/kota. Estimasi jumlah korban terdampak masih terus dilakukan pendataan oleh Tim di lapangan,” pungkas MTA.
























