TERBARU

InternasionalNews

Raja Judi Online Asia She Zhijiang Diekstradisi dari Thailand ke China

ORINEWS.id – Kepolisian Thailand menyerahkan raja judi online Asia, She Zhijiang, kepada otoritas China pada Rabu, 12 November 2025. Langkah ini dilakukan setelah pengadilan banding Thailand menyetujui permohonan ekstradisi terhadap buronan kejahatan siber lintas negara tersebut pada awal pekan ini.

Dikutip dari Nation Thailand, Jumat (14/11), She dibawa oleh Satuan Komando dari Biro Investigasi Pusat (CIB) Thailand dari penjara penahanan Bangkok menuju fasilitas penahanan di Kantor Polisi Suvarnabhumi. Setelah itu, ia diserahkan langsung kepada pihak berwenang China.

Penyerahan tersebut dilakukan setelah Pengadilan Banding menyetujui ekstradisi She dalam waktu 90 hari sejak putusan final. She Zhijiang dikenal sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh dalam jaringan kejahatan dunia maya di Asia.

China mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap She pada 2014. Menindaklanjuti hal itu, Kejaksaan Agung Thailand menyetujui permintaan ekstradisi dan berkoordinasi dengan Departemen Perjanjian dan Hukum Kementerian Luar Negeri Thailand serta Kepolisian Kerajaan Thailand.

She ditangkap pada Agustus 2022 dan sempat ditahan di Penjara Pusat Klong Prem, Bangkok. Dalam pernyataan resminya, Kejaksaan Agung Thailand menyebut bahwa otoritas China menuduh She mendirikan 239 situs judi online ilegal serta memiliki keterkaitan dengan jaringan perjudian dan kasino ilegal di Myanmar.

Baca Juga
Mualem-Dek Fadh Siap Dilantik 12 Februari, Mendagri Dijadwalkan Tiba di Aceh Besok

She juga dilaporkan terlibat dalam pengembangan proyek Kota Baru Asia Pasifik di Kawasan Ekonomi Khusus Shwe Kokko, Myanmar, yang menampung dua kompleks kasino besar dengan target pasar utama warga negara China.

Tim hukum She sempat menggugat dasar hukum ekstradisi di Thailand, namun pengadilan menolak permohonan itu bulan lalu.

Fenomena kejahatan siber seperti online scam kini menjadi masalah serius di kawasan Asia Tenggara, terutama di Myanmar dan Kamboja, di mana kasino sering kali menjadi tempat berlindung bagi aktivitas kriminal. Ribuan orang dilaporkan menjadi korban kerja paksa, penyiksaan, bahkan kehilangan nyawa akibat praktik kejahatan daring lintas negara tersebut. []

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.
Enable Notifications OK No thanks