TERBARU

InternasionalNews

Mengerikan! Israel Tahan Warga Palestina dalam Kegelapan di Penjara Bawah Tanah Rakefet

ORINEWS.id – Sebuah laporan investigatif yang dirilis The Guardian mengungkap praktik penahanan rahasia terhadap puluhan warga Palestina dari Gaza di fasilitas bawah tanah bernama Rakefet, dekat Ramla, Israel. Para tahanan disebut hidup dalam kegelapan total, tanpa akses sinar matahari, makanan layak, atau kontak dengan dunia luar.

Advertisements
DISKOMINSA - HPN 2026

Dikutip dari Al Mayadeen, Sabtu (8/11/2025), menurut laporan itu, para pengacara hak asasi manusia menyebut para tahanan mencakup setidaknya dua warga sipil: seorang perawat yang diculik saat masih mengenakan pakaian rumah sakit dan seorang penjual makanan muda, keduanya ditahan berbulan-bulan tanpa dakwaan atau pengadilan.

Mereka diwakili oleh Komite Publik Menentang Penyiksaan di Israel (PCATI), yang menegaskan klien mereka mengalami penyiksaan berat, konsisten dengan pola penyiksaan yang telah didokumentasikan di berbagai penjara Israel sebelumnya.

Advertisements
BANK ACEH - HPN 2026

Fasilitas Rahasia di Bawah Tanah

Rakefet, yang awalnya dibuka pada 1980-an untuk menahan “pelaku kriminal berbahaya”, ditutup beberapa tahun kemudian karena dinilai tak layak bagi manusia. Namun, Menteri Keamanan Nasional sayap kanan Itamar Ben-Gvir memerintahkan pembukaan kembali fasilitas itu setelah peristiwa 7 Oktober 2023.

Seluruh bagian kompleks, termasuk sel, ruang olahraga, dan ruang pertemuan pengacara, berada di bawah tanah. Menurut data resmi yang diperoleh PCATI, fasilitas yang seharusnya menampung 15 tahanan kini dijejali sekitar 100 warga Palestina.

Baca Juga
Direktur RS Indonesia di Gaza Dibunuh Israel, Gaza Kehilangan Satu-satunya Dokter Spesialis Jantung

Penahanan Tanpa Dakwaan

Meskipun Israel telah membebaskan lebih dari 1.900 tahanan Palestina dalam kesepakatan gencatan senjata pada Oktober lalu, PCATI melaporkan setidaknya 1.000 orang masih ditahan di fasilitas serupa.

“Meskipun perang secara resmi telah berakhir, [warga Palestina dari Gaza] masih dipenjara dalam kondisi perang yang penuh kekerasan dan melanggar hukum humaniter internasional,” ujar PCATI dalam keterangannya.

Salah satu tahanan yang dibebaskan adalah pedagang muda, sementara perawat yang disebutkan masih berada di Rakefet hingga kini.

“Mengerikan karena Sengaja”

Tal Steiner, Direktur Eksekutif PCATI, menggambarkan kondisi di penjara-penjara Israel, terutama di Rakefet, sebagai “mengerikan karena sengaja.” Menurutnya, pengurungan di bawah tanah tanpa cahaya alami memiliki dampak ekstrem bagi kesehatan fisik dan mental.

“Isolasi semacam itu mengganggu ritme sirkadian, pernapasan, dan bahkan menghentikan produksi vitamin D,” katanya.

Steiner juga mengungkap bahwa fasilitas tersebut bahkan tidak dikenal publik sebelum Ben-Gvir mengaktifkannya kembali. Catatan lama dari mantan kepala penjara Israel, Rafael Suissa, menyebutkan bahwa menahan manusia di bawah tanah “24 jam sehari terlalu kejam dan tidak manusiawi.”

Kunjungan Pengacara ke Rakefet

Ketika dua pengacara PCATI, Janan Abdu dan Saja Misherqi Baransi, diizinkan mengunjungi lokasi pada musim panas lalu, mereka menemukan kondisi ruang bawah tanah yang kumuh, penuh sisa serangga, dan toilet yang tak berfungsi. Kamera pengawas memantau seluruh percakapan, dan penjaga memperingatkan agar tidak membicarakan keluarga atau perang di Gaza.

Baca Juga
Oknum TNI yang Tusuk Warga Aceh Jaya Diamankan

“Saya bertanya pada diri sendiri, jika kondisi ruang pengacara saja seburuk ini, bagaimana dengan para tahanan?” kata Abdu.

Para tahanan dibawa dalam keadaan diborgol dan dibungkukkan, bahkan tidak mengetahui di mana mereka berada. Seorang di antara mereka berkata:

“Di mana saya dan mengapa saya di sini?”

Hakim memutuskan secara sepihak dalam sidang video tanpa kehadiran pengacara bahwa para tahanan akan tetap dipenjara “sampai perang berakhir.”

Para tahanan menggambarkan sel tanpa jendela dan udara pengap yang dihuni tiga hingga empat orang, disertai penyiksaan fisik, serangan anjing, dan jatah makanan sangat minim.

“Anda adalah orang pertama yang saya lihat sejak penangkapan saya,” ujar salah satu tahanan kepada pengacaranya.

Sementara itu, Ben-Gvir dalam kunjungannya yang disiarkan televisi justru menyebut, “Ini adalah tempat alami bagi para teroris — di bawah tanah.”

Pengacara Baransi mengatakan perawat yang ditahan belum pernah melihat sinar matahari sejak Januari 2024. Ia tidak pernah diizinkan berhubungan dengan keluarganya.

“Ketika saya mengatakan kepadanya bahwa ibunya masih hidup, ia menangis. Itu pertama kalinya ia mendengar kabar keluarganya,” ujar Baransi.

Sementara pedagang muda yang menanyakan kondisi istrinya yang hamil langsung dibungkam oleh penjaga. Ia kemudian dibebaskan dan dipulangkan ke Gaza pada 13 Oktober. []

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.
Enable Notifications OK No thanks