TERBARU

NasionalNews

KPAI: Semua Siswa SMAN 72 Butuh Pendampingan Psikologis Pasca Ledakan

ORINEWS.id – Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Margaret Aliyatul Maimunah, menegaskan bahwa seluruh siswa SMA Negeri 72 Jakarta Utara memerlukan pendampingan psikologis setelah insiden ledakan yang terjadi di lingkungan sekolah pada Jumat siang, 7 November 2025.

Menurut Margaret, trauma healing tidak hanya dibutuhkan oleh siswa yang mengalami luka fisik, tetapi juga oleh mereka yang menjadi saksi atau mendengar langsung kejadian tersebut.

Advertisements
Ad 147

“Semua anak, baik mengalami luka atau tidak, yang mendengar atau menyaksikan kejadian pasti membutuhkan pendampingan,” kata Margaret pada Jumat malam, dikutip dari Antara.

Ia menuturkan, KPAI merekomendasikan agar proses pemulihan trauma dilakukan oleh psikolog bersertifikat dengan melibatkan berbagai pihak berkompeten. Di antaranya Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI), Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA), serta kepolisian yang memiliki tenaga psikolog profesional.

Baca Juga
Mahasiswa KKN Kebencanaan USK Pulihkan Trauma Anak Korban Banjir di Pidie Jaya
DONASI TAHAP KEDUA

Margaret juga menyambut baik langkah Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, yang berencana mempercepat rehabilitasi bangunan sekolah agar proses belajar mengajar dapat segera berlangsung kembali.

Berdasarkan data sementara dari kepolisian yang diterima KPAI, tercatat 14 anak menjalani rawat inap di rumah sakit, mayoritas berusia di bawah 18 tahun. Dari jumlah tersebut, sekitar tujuh siswa harus menjalani operasi karena mengalami luka cukup berat.

“Luka yang dialami bervariasi, ada di bagian kaki, ada yang jarinya harus diangkat kukunya, banyak juga yang mengeluhkan sakit pada telinga dan bagian kepala,” ujar Margaret.

Ia menambahkan bahwa data korban masih bersifat dinamis dan terus diperbarui. Saat pertama kali tiba di rumah sakit, tim KPAI mencatat sekitar 33 siswa masih menjalani perawatan. Namun, secara keseluruhan, jumlah korban sempat dilaporkan mencapai 37 orang.

Margaret memastikan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan, kepolisian, serta lembaga psikologi untuk memastikan seluruh siswa memperoleh dukungan pemulihan secara menyeluruh. []

Baca Juga
Jokowi Disenggol terkait Sesumbar Atasi Banjir Jakarta

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.
Enable Notifications OK No thanks