ORINEWS.id – Korban tewas akibat serangan rudal balistik Iran di Beit Shemesh, Israel, meningkat menjadi sembilan orang. Jumlah tersebut bertambah setelah petugas penyelamat mengeluarkan satu jenazah lagi dari bawah reruntuhan.
Rudal itu menghantam kawasan permukiman di kota tersebut, menghancurkan sebuah sinagoge serta menyebabkan kerusakan parah pada tempat perlindungan bom umum dan rumah-rumah di sekitarnya.
Wali Kota Beit Shemesh, Shmuel Greenberg, mengatakan terdapat 20 warga yang belum dapat dihubungi. Namun, ia menekankan bahwa kondisi itu belum tentu berarti mereka menjadi korban.
“Itu tidak selalu berarti sesuatu terjadi pada mereka. Bisa jadi kami belum menemukan mereka, tetapi kami melakukan semua yang kami bisa,” kata Greenberg kepada wartawan di lokasi serangan, seperti dilansir Times of Israel.
Sementara itu, Kepala Polisi Distrik Yerusalem, Wakil Komisaris Avshalom Peled, menyebut sebagian besar korban tewas sedang berlindung di tempat perlindungan umum saat rudal menghantam lokasi tersebut. Ia menyampaikan keterangan itu di lokasi serangan yang menewaskan sembilan orang dan melukai lebih dari dua lusin lainnya.
“Sejauh yang saya tahu, kemungkinan besar itu adalah dampak langsung pada tempat perlindungan dan sebagian besar, jika tidak semua, yang tewas berada di sana (tempat perlindungan umum),” ujar Peled.
Ia menambahkan, dalam pertempuran sebelumnya dengan Iran pada bulan Juni, pihaknya menyadari bahwa tempat perlindungan umum dan ruang aman tidak sepenuhnya mampu menahan dampak langsung rudal balistik.
Meski demikian, Peled tetap mengimbau warga sipil untuk berlindung saat terjadi serangan rudal dari Iran guna mengurangi risiko akibat dampak tidak langsung.
“Mereka yang berada di area terlindungi ketika kerusakan tidak langsung—yang merupakan sebagian besar kasus—memang terlindungi dari rudal atau puing-puing yang beterbangan di udara,” kata dia. []









































































