Dalam sambutannya, Rektor USK, Prof. Dr. Ir. Marwan, menyampaikan rasa bangganya atas keberhasilan para lulusan. Beliau menekankan bahwa gelar akademik bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan tanggung jawab besar untuk berkontribusi bagi bangsa.
Di hadapan para wisudawan, Prof. Marwan menyoroti pentingnya empati dan solusi nyata di tengah tantangan daerah, seperti bencana banjir akibat Siklon Senyar yang melanda Aceh baru-baru ini. USK telah membuktikan komitmennya dengan sejumlah terobosan

Seperti, kebijakan afirmatif: memberikan keringanan hingga beasiswa UKT bagi 3.706 mahasiswa yang terdampak bencana. Aksi Kemanusiaan: Penyaluran bantuan melalui Rumah Amal Masjid Jamik, layanan kesehatan primer, hingga pembersihan sanitasi warga.
Serta, Pengabdian Lapangan: Menerjunkan 719 mahasiswa KKN Tematik Kebencanaan dan 1.050 mahasiswa program ‘Mahasiswa Berdampak’ ke wilayah terdampak.
“Langkah ini adalah cerminan bagi wisudawan bahwa ilmu pengetahuan haruslah menghadirkan manfaat dan empati bagi masyarakat luas,” tegas Prof. Marwan.
Pada periode ini, USK mencatatkan prestasi gemilang dengan 434 wisudawan meraih predikat pujian (Cum Laude). Selain itu, eksistensi USK di level internasional semakin kuat dengan lulusnya mahasiswa asal Gambia, Kebba Nyang, dari Program Magister Pengelolaan Sumberdaya Pesisir Terpadu.
Hingga saat ini, total alumni universitas ‘Jantong Hatee Rakyat Aceh’ tersebut telah mencapai 172.240 orang yang tersebar di seluruh dunia.
Menutup prosesi, Prof. Marwan berpesan agar para lulusan tetap optimis menghadapi era transformasi digital dan kecerdasan artifisial (AI). Dunia kerja saat ini menuntut pribadi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kreatif, tangguh, dan memiliki integritas moral.
“Ilmu yang saudara miliki akan menemukan maknanya ketika memberikan manfaat bagi sesama. Jadilah lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional,” pungkasnya. []








































































