ORINEWS.id – Tepat satu tahun kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banda Aceh Illiza Saaduddin Djamal–Afdhal Khalilullah, sejumlah capaian dinilai mulai terlihat, terutama dalam penguatan kolaborasi dan peningkatan citra kota di tingkat nasional hingga internasional.
Pasangan kepala daerah tersebut dilantik pada 12 Februari 2025 oleh Gubernur Aceh Muzakkir Manaf dalam rapat paripurna di DPRK Banda Aceh.
Wakil Ketua Komisi III DPRK Banda Aceh, Tuanku Muhammad, menilai dalam satu tahun terakhir Banda Aceh semakin dikenal luas, sejalan dengan konsep “Kota Kolaborasi” yang diusung pemerintah kota.
“Dalam satu tahun pemerintahan Illiza-Afdhal, Kota Banda Aceh semakin ‘Dithe le Donya’ atau dikenal oleh dunia. Terlihat dari berbagai penghargaan, kunjungan tokoh, serta kerja sama yang terjalin dengan berbagai pihak,” kata Tuanku, Kamis, 20 Februari 2026.
Ia juga menilai hubungan antar-lembaga pemerintahan berjalan kondusif, baik antara eksekutif, legislatif, maupun yudikatif. Menurut dia, sejumlah program pembangunan mulai terlihat meski kondisi fiskal daerah masih terbatas.
Dalam aspek penegakan syariat Islam, Tuanku menilai pemerintah kota menunjukkan langkah nyata, antara lain melalui razia serta kegiatan pembinaan di masyarakat. Meski demikian, ia menekankan masih banyak pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan.
Tuanku menyebut evaluasi menyeluruh belum dapat dilakukan karena masa kepemimpinan baru berjalan satu tahun. Namun, indikator awal dapat dilihat dari pelaksanaan visi dan misi yang tertuang dalam RPJMD.
Ia berharap pada tahun kedua masa jabatan, pasangan Illiza-Afdhal dapat mempercepat pembangunan, terutama yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Ke depan diharapkan bisa semakin tancap gas, terutama dalam upaya menekan angka pengangguran yang masih cukup tinggi di Kota Banda Aceh,” ujarnya. []







































































