ORINEWS.id – Menjaga asupan cairan tubuh selama berpuasa menjadi hal krusial untuk menghindari risiko dehidrasi. Kekurangan cairan tidak hanya membuat tubuh lemas, tetapi juga dapat memicu gangguan kesehatan serius, termasuk meningkatkan risiko batu ginjal.
Spesialis urologi dari Siloam Hospitals, Ponco Birowo, mengatakan selama Ramadan banyak orang lebih fokus pada makanan sehingga kebutuhan cairan sering terabaikan. Padahal, tubuh tetap memerlukan minimal delapan gelas air putih setiap hari meski sedang berpuasa.
“Kadang kalau puasa, di meja banyak makanan jadi minumnya sedikit. Apalagi minumnya terlalu banyak yang manis, itu cepat kenyangnya,” ujar Ponco beberapa waktu lalu, seperti dikutip dari detikHealth, Kamis (19/2/2026).
Menurut dia, selain air putih, pemilihan makanan juga berperan penting dalam menjaga hidrasi tubuh. Konsumsi makanan berserat tinggi dan buah dengan kandungan air yang banyak dinilai efektif membantu mencegah dehidrasi selama belasan jam menahan haus.
Pola Minum yang Disarankan saat Puasa
Ponco menyarankan pola minum teratur dari waktu berbuka hingga sahur agar kebutuhan cairan tetap terpenuhi.
1. Dua gelas saat berbuka
Minum air putih ketika membatalkan puasa penting untuk mengganti cairan yang hilang setelah seharian beraktivitas.
- 1 gelas saat azan Magrib sebelum makan berat
- 1 gelas menjelang azan Isya
2. Empat gelas di malam hari
Minumlah secara berkala setelah makan malam hingga menjelang tidur. Selain menjaga hidrasi, air putih juga membantu proses pencernaan.
- 2 gelas saat makan malam
- 2 gelas menjelang tidur
3. Dua gelas saat sahur
Sahur menjadi modal energi utama selama puasa, sehingga asupan cairan perlu diperhatikan.
- 1 gelas saat bangun tidur
- 1 gelas setelah selesai makan sahur
Dengan pola tersebut, kebutuhan delapan gelas air per hari tetap dapat terpenuhi selama Ramadan, sehingga risiko dehidrasi dan gangguan kesehatan dapat diminimalkan. []






































































