TERBARU

InternasionalNews

Netanyahu Minta Kemampuan Pengayaan Uranium Iran Dilucuti Total

ORINEWS.id – Menjelang putaran kedua perundingan nuklir antara sekutu dekatnya, Amerika Serikat (AS) dengan Iran, Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa setiap kesepakatan antara kedua negara harus mencakup pemindahan semua pasokan uranium yang diperkaya dari wilayah Iran.

Netanyahu, seperti dilansir AFP dan Al Arabiya, Senin (16/2/2026), juga mencetuskan agar kemampuan Teheran untuk melakukan pengayaan uranium dilucuti.

Pernyataan tersebut disampaikan saat Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran, Abbas Araghchi, berangkat ke Jenewa, Swiss, pada Minggu (15/2) untuk menghadiri putaran terbaru perundingan nuklir dengan AS. Putaran kedua perundingan nuklir itu dijadwalkan digelar di Jenewa pada Selasa (17/2) besok.

Advertisements
BANK ACEH - HPN 2026

Dalam pidatonya di Yerusalem pada Minggu (15/2), Netanyahu mengatakan bahwa setiap perjanjian antara AS dan Iran harus mencakup beberapa elemen.

“Yang pertama adalah bahwa semua material yang diperkaya harus dibawa keluar dari Iran,” cetusnya.

Baca Juga
KPU: Pemasangan CCTV Terkoneksi dengan Polres Bukan Hal Janggal

“Yang kedua adalah bahwa tidak boleh ada kemampuan pengayaan… bongkar peralatan dan infrastruktur yang memungkinkan Anda untuk melakukan pengayaan sejak awal,” ujar Netanyahu.

Yang ketiga, sebutnya, adalah menyelesaikan masalah rudal balistik.

Laporan CBS News, yang mengutip dua sumber yang memahami persoalan tersebut, menyebutkan bahwa Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada Netanyahu selama pertemuan mereka di Florida pada Desember tahun lalu jika dia akan mendukung serangan Israel terhadap program rudal balistik Iran jika perundingan antara Washington dan Teheran gagal mencapai kesepakatan.

Ketidakpastian yang cukup besar menyelimuti nasib persediaan uranium yang diperkaya oleh Iran hingga level 60 persen, yang disebut melebihi 400 kilogram, yang terakhir kali diperiksa oleh inspektur pengawas nuklir pada Juni tahun lalu, sebelum Israel dan AS membombardir situs-situs nuklir Teheran.

Saat berbicara dalam konferensi para presiden organisasi Yahudi Amerika terkemuka, Netanyahu mengatakan bahwa dirinya bersikeras pada persyaratan-persyaratan tersebut, bahkan selama pembicaraannya dengan Trump awal bulan ini.

Baca Juga
Wagub Aceh Dorong Penguatan KEK Arun Lhokseumawe dan Pengelolaan Aset

Pada Minggu (15/2), Netanyahu juga menyerukan inspeksi berkelanjutan terhadap program nuklir Iran.

“Harus ada inspeksi nyata, inspeksi substantif, bukan inspeksi pendahuluan, tetapi inspeksi efektif untuk semua hal di atas,” ujarnya.

“Ini adalah elemen-elemen yang kami yakini penting untuk pencapaian kesepakatan,” kata Netanyahu.

Washington dan Teheran memulai kembali perundingan nuklir di Muscat, ibu kota Oman, pada 6 Februari lalu, beberapa bulan setelah pembicaraan sebelumnya terhenti akibat perang yang dikobarkan Israel terhadap Iran pada Juni 2025.

Perundingan terbaru ini terjadi setelah AS mengancam Iran dengan tindakan militer dan mengerahkan kelompok kapal induk ke kawasan Timur Tengah, menyusul penindakan brutal terhadap unjuk rasa antipemerintah di Iran bulan lalu. []

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.
Enable Notifications OK No thanks