TERBARU

InternasionalNews

Trump Pertimbangkan Serangan Terarah ke Iran untuk Dorong Aksi Demonstran

ORINEWS.id – Presiden Amerika Serikat Donald Trump sedang mempertimbangkan berbagai opsi terhadap Iran yang mencakup kemungkinan serangan militer terarah terhadap pasukan keamanan dan pemimpin negara tersebut sebagai upaya untuk menginspirasi demonstran anti-pemerintah, demikian dilaporkan sumber yang dikutip oleh Reuters pada Kamis (29/1).

Trump berharap langkah semacam itu bisa menciptakan tekanan yang memicu perubahan kepemimpinan di Teheran setelah penindakan keras terhadap unjuk rasa besar-besaran yang menewaskan ribuan orang.

Diskusi mengenai opsi tersebut mencakup kemungkinan serangan terhadap para komandan dan institusi Iran yang dianggap bertanggung jawab atas kekerasan terhadap demonstran, sekaligus memberikan sinyal kepada warga bahwa upaya menguasai fasilitas pemerintah bisa berhasil. Trump belum mengambil keputusan akhir apakah akan memilih jalur militer, tetapi opsi yang dibahas oleh para penasihatnya juga termasuk serangan yang lebih luas terhadap fasilitas rudal atau program nuklir Iran, menurut laporan Reuters.

Langkah ini terjadi di tengah ketegangan yang meningkat di kawasan Timur Tengah setelah penindakan brutal terhadap demonstran di Iran. Trump telah memperluas kehadiran militer AS di wilayah tersebut dengan mengerahkan kapal induk dan kapal perang untuk meningkatkan kemampuan operasi militer, sekaligus memberi tekanan terhadap pemerintah Iran yang menolak negosiasi tentang program rudal dan kebijakan domestiknya.

Baca Juga
Puncak Demo #IndonesiaGelap, Mahasiswa Tetap Tuntut Pemerintah Adili Jokowi

Selain itu, pemerintah AS juga memperluas tekanan terhadap pejabat Iran dengan menjatuhkan sanksi baru terhadap sejumlah anggota kabinet dan tokoh keamanan Iran. Sanksi ini mencakup Menteri Dalam Negeri Iran yang dituding terlibat dalam penindasan terhadap demonstran, serta sejumlah target lain yang terkait jaringan keamanannya.

Tindakan internasional lain yang memperumit dinamika hubungan AS–Iran adalah keputusan Uni Eropa untuk menetapkan Garda Revolusi Iran (IRGC) sebagai organisasi teroris, langkah yang dipandang memperluas isolasi diplomatik Tehran dan meningkatkan tekanan terhadap rezimnya.

Sementara itu, pejabat dari negara Teluk dan sekutu AS terus berdiskusi dengan pemerintahan Washington mengenai pendekatan terhadap Iran, mengingat kekhawatiran bahwa intervensi militer dapat memperburuk situasi dan menimbulkan konflik yang lebih luas di kawasan. []

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.
Enable Notifications OK No thanks