TERBARU

Ekonomi

Pascabencana, Bank Indonesia Optimis Ekonomi Aceh Tumbuh 4,5 Persen pada 2026

ORINEWS.id – Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Aceh pada 2026 akan membaik dan berada di kisaran 4,5 persen. Optimisme tersebut didorong oleh masuknya fase pemulihan pascabencana serta dukungan program rehabilitasi dan rekonstruksi yang disiapkan pemerintah.

“Kami optimistis pertumbuhan ekonomi Aceh pada 2026 dapat meningkat dan sedikit lebih tinggi dibandingkan 2025, mendekati angka 4,5 persen. Optimisme ini penting agar masyarakat tetap percaya bahwa perekonomian Aceh tidak terpuruk dan mampu pulih dengan cepat,” kata Kepala Perwakilan BI Provinsi Aceh, Agus Chusaini kepada wartawan usai kegiatan Bincang-Bincang Media di Banda Aceh, Rabu, 21 Januari 2026.

Menurut Agus, pertumbuhan ekonomi Aceh pada 2025 tidak dapat dilepaskan dari perbandingan dengan tahun sebelumnya. Pada 2024, Aceh ditopang sejumlah agenda besar, seperti pemilihan kepala daerah serta penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI. Sementara pada 2025, agenda-agenda tersebut tidak lagi ada, sehingga memberi dampak terhadap laju pertumbuhan ekonomi.

Meski demikian, kata dia, pada awal 2025 kinerja ekonomi Aceh masih tergolong cukup baik. Namun, kondisi tersebut mulai tertekan setelah terjadinya bencana pada akhir tahun. Dampak bencana tersebut diperkirakan cukup signifikan memengaruhi kinerja ekonomi pada triwulan IV 2025 dan berimbas pada pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

Baca Juga
Kebut Hadiah BombasTri Kembali Digelar, Ribuan Hadiah dan Double Kesempatan Menanti

“Karena itu, kami memprediksi pertumbuhan ekonomi Aceh pada 2025 berada di kisaran 4 persen,” ujarnya.

Sebelum bencana, proyeksi pertumbuhan ekonomi Aceh tahun 2025 sebenarnya berada di sekitar 4,6 persen. Namun, dengan adanya bencana, angka tersebut berpotensi mengalami penurunan.

Meski demikian, Bank Indonesia berharap pertumbuhan ekonomi Aceh pada 2025 masih dapat bertahan di atas 4 persen, yakni di kisaran 4,2 hingga 4,3 persen.

Memasuki 2026, Agus menilai perekonomian Aceh akan memasuki fase pemulihan. Pemerintah telah menyiapkan berbagai upaya penanggulangan bencana, salah satunya melalui program rehabilitasi dan rekonstruksi dengan nilai anggaran yang cukup besar. Apabila anggaran tersebut benar-benar masuk ke Aceh dan direalisasikan, dampaknya diharapkan mampu menutup tekanan ekonomi akibat bencana.

Meski begitu, pada semester pertama 2026 dampak bencana diperkirakan masih akan terasa. Hal ini disebabkan aktivitas masyarakat yang belum sepenuhnya pulih. Bank Indonesia berharap proses pemulihan dapat berjalan cepat sehingga pada triwulan II 2026 masyarakat sudah dapat kembali beraktivitas secara normal.

Baca Juga
Kapolda Aceh Berikan Santunan untuk Ayah dari Rahmat Aulia

Selain program rehabilitasi dan rekonstruksi, pemerintah juga menyiapkan berbagai bentuk bantuan, termasuk bantuan tunggu dan program lainnya. Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu mendorong pemulihan ekonomi Aceh secara bertahap.

Dengan berbagai upaya tersebut, Bank Indonesia optimistis pertumbuhan ekonomi Aceh pada tahun 2026 dapat meningkat dan lebih tinggi dibandingkan 2025, mendekati angka 4,5 persen.

Di sisi lain, terkait usulan penempatan dana rehabilitasi dan rekonstruksi di perbankan Aceh, Agus mengatakan gagasan tersebut berasal dari kalangan perbankan. Usulan itu dinilai memiliki potensi untuk menggerakkan perekonomian daerah.

“Ke depan, usulan ini akan kami upayakan untuk disampaikan kepada pemerintah daerah maupun pemerintah pusat,” ujarnya.

Apabila penempatan dana tersebut dapat dilakukan di Aceh, diharapkan mampu mempercepat penyaluran pembiayaan dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara lebih optimal. []

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.
Enable Notifications OK No thanks