TERBARU

AcehNews

Lebih 155 Ribu Warga Aceh Masih Mengungsi, Pembangunan Huntara Dipacu

ORINEWS.id – Sebanyak 155.193 jiwa atau 49.800 kepala keluarga (KK) hingga kini masih bertahan di pengungsian pascabencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh pada akhir November 2025. Pemerintah terus memacu pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak.

Data pengungsi tersebut dihimpun Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh hingga Selasa, 13 Januari 2026, pukul 15.55 WIB.

Juru Bicara Posko Penanganan Bencana Banjir dan Longsor Aceh, Murthalamuddin, mengatakan jumlah pengungsi saat ini tersebar di 988 titik lokasi pengungsian yang berada di berbagai kabupaten dan kota.

“Pengungsi terbanyak saat ini berada di Aceh Utara dengan 67.876 jiwa, disusul Aceh Tamiang sebanyak 26.040 jiwa, Gayo Lues 19.906 jiwa, dan Pidie Jaya 14.794 jiwa,” ujar Murthalamuddin.

Selain itu, pengungsi juga tercatat masih bertahan di Aceh Timur sebanyak 8.507 jiwa, Aceh Tengah 8.021 jiwa, Bireuen 5.895 jiwa, Bener Meriah 2.116 jiwa, Nagan Raya 1.763 jiwa, Lhokseumawe 138 jiwa, serta Pidie 137 jiwa.

Baca Juga
Dr. Wiratnadinata Dilantik sebagai Ketua FKPT Aceh

Murthalamuddin menjelaskan, bencana banjir dan longsor telah menyebabkan kerusakan signifikan pada permukiman warga. Sebanyak 148.819 unit rumah dilaporkan terdampak, dengan rincian 64.740 unit rusak ringan, 40.114 unit rusak sedang, serta 29.755 unit rusak berat atau hilang. Hingga saat ini, pendataan merinci 14.210 unit rumah mengalami rusak berat dan 1.942 unit dilaporkan hilang.

Ia menambahkan, pemerintah bersama unsur terkait terus memacu pembangunan hunian sementara bagi warga yang masih bertahan di pengungsian. Di sisi lain, persiapan pembangunan hunian tetap (huntap) juga dilakukan agar masyarakat terdampak dapat segera kembali menempati rumah yang layak dan aman.

“Pemerintah terus berupaya memastikan pemulihan berjalan bertahap dan berkelanjutan, sehingga masyarakat terdampak bisa kembali hidup normal dengan kondisi hunian yang lebih layak,” pungkas Murthalamuddin. []

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.
Enable Notifications OK No thanks