ORINEWS.id – Ada beberapa mitos seputar digital marketing yang membuat sebagian orang menganggap promosi online itu ribet. Akibatnya, banyak yang sudah malas mencoba bahkan sebelum benar-benar memahami kebenarannya.
Lantas, apa yang sebenarnya bisa diharapkan dan dipercaya dalam dunia digital marketing? Artikel ini mengulas sejumlah mitos, khususnya terkait SEO, sekaligus memberikan gambaran yang lebih realistis dan praktis.
Apa yang Sebenarnya Bekerja di Digital Marketing (Bukan Sekadar Mitos)?
Digital marketing sebenarnya sangat sederhana. Istilah yang lebih mudah yaitu jualan online. Tapi jualan juga ada seninya. Dan setiap seni pasti ada saja mitosnya. Ini dia beberapa mitos yang kemudian kita luruskan agar kamu tidak salah paham.
Kualitas Lebih Baik Daripada Kuantitas
Lebih baik sedikit konten tapi berkualitas daripada sibuk memposting konten tiap hari yang itu-itu saja. Setiap konten harus dipikirkan dengan matang. Apakah target pasar akan tertarik dengan konten ini? Apakah konten ini akan menjawab pertanyaan mereka?
Interaksi dan Engagement Lebih Penting dari Followers
Follower banyak memang terlihat keren, tapi engagementlah yang menunjukkan audiens benar-benar peduli. Like, komentar, share, atau DM dari audiens adalah indikator nyata bahwa pesanmu diterima dan strategi marketing bekerja.
Testing & Data Lebih Berharga daripada Insting Semata
Karena semuanya pasti ada pola, sebaiknya selalu gunakan data sebelum mengambil keputusan dalam digital marketing. Lakukan A/B testing dan selalu cermati analytics untuk mengetahui apa yang sebenarnya memberikan hasil positif, mana yang ternyata kurang penting untuk dilakukan, dan bagaimana cara memperbaikinya.
Mitos Digital Marketing yang Bikin Pemula Bingung
Ada begitu banyak istilah, strategi, dan “tips cepat kaya” yang bikin kepala pusing, apalagi bagi pemula.
Sayangnya, banyak dari informasi itu hanyalah mitos yang malah bisa bikin usaha marketing-mu tersesat. Mari kita bongkar beberapa yang paling sering membuat pemula bingung:
“Kalau Aku Buat Website, Otomatis Orang Akan Datang”
Website sudah jadi elemen penting dalam bisnis yang mau dilihat lebih preoessional. Jadi tidak hanya berbekal medsos saja. Masalahnya, membuat dan mendesain website agar punya jumlah pengunjung yang lumayan bukanlah hal mudah.
Harus ada konten yang buat, seperti artikel, halaman produk, halaman Tentang kami, dan sebagainya. Dari semua konten yang ada tersebut, harus dioptimasi lagi menggunakan strategi SEO.
Artikel website harus ada kata kuncinya. Sedangkan untuk video, lebih baik harus di-compress dulu agar tidak lemot untuk diputar para pengunjung nantinya.
Dan untuk homepage, pastika kamu juga memilih satu kata kunci yang mendeskripsikan bisnismu. Misalnya, jika kamu memiliki butik baju, kata kunci yang relevan untuk homepage yaitu “Butik Baju Modern” atau lebih spesifik seperti “Butik Baju Berkualitas di Surabaya”.
“SEO Hanya PErlu Dilakukan Sekali dan Tidak Perlu Update”
SEO merupakan strategi berkelanjutan karena algoritma search engine selalu berubah dan preferensi audiens juga berkembang.
Contohnya, ada toko online fashion mengoptimasi halaman produk mereka pada 2023, tapi tren fashion 2025 jelas berubah dan kata kunci yang dulu populer sekarang sudah tidak dicari lagi.
Kalau mereka tidak memperbarui konten (video marketing, artikel blog, atau bahkan copy pada website), produk mereka bisa tenggelam. Maka dari itu SEO harus selalu diupdate. Nah, update ini bisa berarti update konten, audit performa website, atau bahkan redesain website rutin.
“Konten Viral = Bisnis Otomatis Laris”
Viral itu seru, tapi jangan salah kaprah. Konten viral bisa memberikan exposure, tapi itu tidak otomatis berarti konversi atau penjualan.
Sebut saja, misalnya ada sebuah video animasi lucu promosi minuman berhasil viral di TikTok. Banyak orang menonton dan membagikannya, tapi tanpa landing page yang jelas, call-to-action, atau strategi follow-up, penjualan nyaris tidak meningkat.
Viralnya konten tersebut hanyalah momen awal. Strategi konversi yang berkelanjutan lah yang benar-benar mendatangkan hasil.
“Digital Marketing Itu Mahal dan Cuma Buat Perusahaan Besar”
Semua orang bisa melakukan pemasaran digital. Apalagi, saat ini sudah banyak alat gratis dan opsi-opsi lainnya yang terjangkau untuk UMKM dan mereka yang masih belajar promosi online. Jadi tidak harus langsung pasang iklan berbayar.
Sekedar membuat konten reels sederhana dengan smartphone dan menggunakan Google My Business untuk menarik lokal audience pun juga merupakan langkah awal yang nantinya dapat memberimu gambaran bagaimana promosi yang efektif untuk bisnis yang sedang kamu handle.
Penutup: Apa yang Sebenarnya Bekerja di Digital Marketing
Berbicara tentang SEO memang tidak pernah ada habisnya. Jadi, hal yang terbaik yang bisa dilakukan yaitu selalu belajar bagaimana cara target pasar biasanya membeli barang. Kemudian coba ukur dan evaluasi strategi SEOmu. []

































