TERBARU

AcehNews

Soal Umrah GTK Berprestasi 2025 yang Diberangkatkan 2026, Ini Penjelasan Disdik Aceh

ORINEWS.id – Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan (Disdik) Aceh, Junaidi, memberikan klarifikasi atas pemberitaan yang menyebut adanya dugaan pelanggaran aturan terkait keberangkatan umrah bagi delapan GTK berprestasi tingkat Provinsi Aceh tahun 2025 yang baru direalisasikan pada awal 2026.

Junaidi menegaskan, kegiatan apresiasi GTK berprestasi memang dilaksanakan pada 2025. Namun, keberangkatan umrah sebagai bagian dari hadiah bagi para peraih juara satu baru dapat dilakukan pada 2 Januari 2026 karena sejumlah persyaratan administratif dan kesiapan peserta belum terpenuhi pada akhir tahun anggaran sebelumnya.

“Kegiatan apresiasi ini memang kegiatan tahun 2025. Namun, jadwal keberangkatan umrahnya baru dapat dilaksanakan pada 2 Januari 2026,” ujar Junaidi saat dihubungi ORINEWS, Kamis (8/1/2026).

Ia menjelaskan, umrah tersebut merupakan bentuk penghargaan bagi peserta yang meraih juara satu dalam ajang GTK berprestasi tingkat provinsi. Karena itu, seluruh penerima hadiah diwajibkan untuk diberangkatkan.

“Karena ini adalah hadiah, maka mereka harus berangkat umrah,” kata Junaidi.

Baca Juga
Wacana Pasukan Arab dan Internasional Hadir di Jalur Gaza, Sudah Sejauh Mana?

Disebutkan, proses pemberangkatan dilakukan melalui Samira Travel. Para peserta berangkat bersama dari Banda Aceh melalui Bandara Internasional Kualanamu, Medan, untuk selanjutnya menuju Bandara Internasional King Abdulaziz (JED) di Jeddah, Arab Saudi,

Junaidi mengungkapkan, keterlambatan keberangkatan disebabkan oleh kendala kesiapan dokumen, terutama paspor, serta hambatan komunikasi bagi beberapa peserta yang berada di daerah terdampak bencana, seperti Aceh Tengah, Aceh Timur, dan Langsa. Pada saat itu, pemadaman listrik dan terputusnya jaringan internet turut menghambat proses administrasi.

“Beberapa peserta belum menyiapkan dokumen paspor dan terkendala komunikasi karena listrik dan internet terputus. Kesiapan mereka baru terpenuhi pada awal Januari,” ujarnya.

Ia menyebutkan, jumlah GTK yang diberangkatkan sebanyak delapan orang, sesuai dengan daftar penerima hadiah umrah dari kegiatan apresiasi GTK berprestasi tingkat Provinsi Aceh tahun 2025.

Terkait anggaran, Junaidi menuturkan pengamprahan dana umrah dilakukan pada Desember 2025, setelah seluruh dokumen administrasi dan jadwal keberangkatan dipastikan. Ia menegaskan, pihak keuangan tidak akan memproses pengamprahan apabila belum ada kepastian keberangkatan.

“Baru bisa diamprah setelah jadwal dan kesiapan peserta dipastikan. Jika belum, keuangan tidak akan memprosesnya,” kata Junaidi.

Ia juga menegaskan pemerintah memastikan seluruh peserta penerima hadiah benar-benar diberangkatkan.

Baca Juga
Klinik Cut Meutia Kota Langsa Raih Akreditasi Paripurna

“Kami pastikan semua jamaah harus berangkat. Tidak boleh ada yang tidak berangkat,” ujarnya.

Junaidi menambahkan, apresiasi GTK berprestasi merupakan program tahunan Pemerintah Aceh melalui Disdik Aceh. Namun, pada 2026 sejumlah program tidak dapat dilaksanakan karena keterbatasan anggaran yang diprioritaskan untuk penanggulangan bencana di Aceh.

“Program ini sebenarnya rutin setiap tahun. Namun, tahun ini banyak kegiatan tidak dapat dilaksanakan karena anggaran difokuskan untuk penanggulangan bencana di Aceh,” kata dia.

Adapun apresiasi GTK berprestasi tingkat provinsi diawali melalui seleksi di Cabang Dinas Pendidikan (Cabdisdik) masing-masing wilayah. Para peraih juara satu tingkat kabupaten kemudian mengirimkan berkas dan video penilaian ke Bidang GTK Disdik Aceh sebagai penyelenggara tingkat provinsi.

Delapan penerima hadiah umrah tersebut adalah Vera Hastuti (guru SMAN 1 Takengon, Aceh Tengah), Syafruddin (Kepala SMAN 8 Takengon Unggul, Aceh Tengah), Fahrul Rozi (guru SMKN 1 Kota Langsa), Yusmiwati (Kepala SMKN 1 Sabang), Armiya (guru SLB TNCC Banda Aceh), Hafriyani (Kepala SLBN Pidie), Murhamatillah (pengawas SMA berprestasi dari Cabdisdik Pidie Jaya), serta Meurah Alaidinsyah (pengawas SMK dari Cabdisdik Aceh Selatan). [AW]

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.
Enable Notifications OK No thanks