ORINEWS.id – Wakil Presiden (Wapres) Venezuela Delcy Rodríguez menegaskan bahwa Nicolas Maduro tetap merupakan satu-satunya presiden Venezuela, meskipun ia telah ditangkap oleh pasukan Amerika Serikat untuk menghadapi dakwaan di New York.
Pernyataan tersebut disampaikan Rodríguez dalam pidato yang disiarkan televisi nasional, beberapa jam setelah pasukan AS menangkap Maduro dan istrinya, Cilia Flores.
“Hanya ada satu presiden di Venezuela, dan namanya adalah Nicolas Maduro Moros,” kata Rodríguez kepada rakyat Venezuela, seperti dikutip dari CBC News, Minggu, 4 Desember 2025.
Pernyataan Rodríguez bertolak belakang dengan klaim Presiden AS Donald Trump, yang menyebut bahwa Rodríguez telah disumpah sebagai presiden baru Venezuela.
Dalam pidatonya, Rodríguez mengecam keras serangan militer Amerika Serikat ke Venezuela sebagai tindakan brutal dan menuntut agar Maduro serta istrinya segera dibebaskan.
Rodríguez menilai serangan itu sejak awal telah direncanakan dengan alasan yang tidak benar.
“Kami sudah memperingatkan bahwa agresi sedang berlangsung dengan dalih dan kedok palsu, dan bahwa topeng-topeng itu telah terlepas, mengungkapkan hanya satu tujuan: perubahan rezim di Venezuela,” ujar Rodríguez.
Ia menegaskan bahwa tujuan utama serangan tersebut adalah untuk mengganti pemerintahan yang sah dan menguasai kekayaan alam Venezuela.
“Perubahan rezim ini juga akan memungkinkan perebutan energi, mineral, dan sumber daya alam kita. Inilah tujuan sebenarnya, dan dunia serta komunitas internasional harus mengetahuinya,” lanjutnya.
Meski demikian, Rodríguez menyatakan tetap membuka peluang dialog dengan Amerika Serikat. Ia mengatakan Venezuela bersedia berbicara dan menjalin hubungan yang saling menghormati dengan pemerintahan Trump, selama kedaulatan negaranya dihormati. []



































