ORINEWS.id – Polisi menangkap terduga pelaku pembunuhan anak berinisial MAHM (9) di sebuah rumah mewah Kompleks Bukit Baja Sejahtera (BBS) III, Kelurahan Ciwaduk, Kota Cilegon, Banten. Identitas pelaku diketahui berinisial HA (31), warga Palembang, Sumatera Selatan.
Mengejutkannya, HA ditangkap saat diduga sedang melakukan aksi pencurian di rumah seorang mantan anggota DPRD Kota Cilegon, di wilayah Ciwedus, Kecamatan Cilegon.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, ciri-ciri pelaku HA saat diamankan ternyata sesuai dengan identitas terduga pelaku kasus pembunuhan anak di Cilegon yang sebelumnya telah dikantongi polisi. Kesamaan ciri tersebut membuat petugas langsung mengamankan yang bersangkutan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Informasi penangkapan ini pertama kali mencuat ke publik melalui unggahan story WhatsApp Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Cilegon, AKP Yoga Tama, sekitar pukul 18.30 WIB. Informasi tersebut kemudian dibenarkan oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Banten, Kombes Dian Setyawan.
Dalam unggahan story WhatsApp tersebut, AKP Yoga Tama memperlihatkan foto terduga pelaku dengan kedua tangan terikat dan dikelilingi sejumlah petugas kepolisian berpakaian sipil. Pada unggahan itu tertulis keterangan singkat yang menandakan lokasi kejadian telah aman.
“Alhamdulillah TKP BBS clear,” tulisnya dikutip Sabtu (3/1/2026).
Informasi lain menyebutkan, HA diamankan di wilayah Ciwedus, Kecamatan Cilegon. Terduga pelaku juga diketahui merupakan salah satu karyawan perusahaan ternama yang beroperasi di Kota Cilegon, fakta yang menambah perhatian publik terhadap kasus ini.
Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum menyampaikan keterangan resmi terkait identitas lengkap terduga pelaku maupun kronologi detail penangkapannya. Upaya konfirmasi wartawan kepada AKP Yoga Tama melalui pesan singkat dan sambungan telepon juga belum memperoleh respons.
Penyelidikan kasus pembunuhan anak di Cilegon masih terus berlanjut. Polisi mendalami motif serta rangkaian kejadian secara menyeluruh untuk mengungkap secara terang peristiwa yang menewaskan korban
































