TERBARU

InternasionalNews

Mengenal Delta Force, Pasukan Elite AS Disebut Tangkap Presiden Maduro dan Istri

ORINEWS.id – Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, dikabarkan telah ditangkap oleh pasukan elite Amerika Serikat, Delta Force, dalam sebuah operasi militer besar-besaran pada Sabtu (3/1/2025).

Informasi tersebut memicu kehebohan internasional karena menyangkut kepala negara yang masih berkuasa.

Delta Force sendiri dikenal sebagai unit kontraterorisme paling rahasia dan berpengalaman milik militer AS.

Klaim penangkapan ini pertama kali disampaikan langsung oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang menyebut operasi tersebut sebagai bagian dari serangan terkoordinasi terhadap Venezuela.

Trump menyatakan bahwa Maduro dan istrinya diamankan lalu dikeluarkan dari Venezuela setelah operasi penyerangan dilakukan.

“Maduro dan istrinya ditangkap dan dikeluarkan dari negara itu setelah operasi penyerangan, dan dalam koordinasi dengan otoritas penegak hukum AS,” kata Trump dalam sebuah pernyataan di Truth Social.

Belum Ada Konfirmasi Caracas

Meski pernyataan Trump menyebar luas, hingga kini pemerintah Venezuela belum memberikan konfirmasi resmi mengenai kabar penangkapan tersebut.

Mengutip laporan CBS News, tidak ada pernyataan langsung dari otoritas negara Amerika Latin itu terkait status Maduro.

Namun, akun Facebook resmi Nicolas Maduro mengunggah sebuah video yang mengonfirmasi adanya serangan di beberapa wilayah Venezuela, yakni Miranda, Aragua, dan La Guaira.

Pernyataan tersebut diterjemahkan dari bahasa Spanyol menggunakan Google Translate.

Dalam video itu, disebutkan bahwa Amerika Serikat dinilai tidak akan berhasil mencapai tujuannya untuk menguasai sumber daya strategis Venezuela.

Baca Juga
Ini 6 Kepala Daerah yang Maju ke Depan Prabowo saat Pelantikan, Wakili 6 Agama

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa minyak dan mineral Venezuela tidak akan jatuh ke tangan asing, sekaligus memperkuat narasi bahwa serangan berkaitan dengan kepentingan energi global.

Sebelumnya, Maduro juga telah mengumumkan keadaan darurat nasional dan memerintahkan mobilisasi pasukan pertahanan untuk menghadapi ancaman eksternal.

Trump Sebut Operasi “Brilian”

Donald Trump kemudian kembali menegaskan keberhasilan operasi tersebut dalam wawancara dengan New York Times.

Ia menilai serangan ke Venezuela sebagai hasil dari perencanaan matang selama waktu yang lama.

“Itu adalah operasi yang brilian, sebenarnya,” kata Trump kepada New York Times.

Pernyataan senada disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri AS, Christopher Landau, melalui akun X (Twitter), yang menyebut Maduro akhirnya harus bertanggung jawab atas tindakannya.

“Maduro akhirnya menghadapi keadilan atas kejahatannya.”

Sebelumnya, laporan menyebutkan adanya ledakan di Caracas sekitar pukul 2 pagi waktu setempat (0600 GMT), memperkuat dugaan bahwa operasi militer memang berlangsung.

Trump sendiri tercatat telah berulang kali melontarkan ancaman kepada Maduro.

Pada 23 Desember 2025, Trump secara terbuka mendesak Maduro untuk meninggalkan kekuasaan, di tengah tudingan bahwa pemilu Venezuela tahun lalu berlangsung curang.

Maduro diketahui menjabat sebagai Presiden Venezuela sejak 2013, menggantikan Hugo Chavez, dan telah memimpin negara tersebut selama beberapa periode.

Di sisi lain, Trump juga menuduh Maduro terlibat dalam bisnis narkotika, tuduhan yang berulang kali dibantah Caracas.

Maduro justru menuding Washington berupaya menguasai cadangan minyak Venezuela, yang diyakini sebagai salah satu yang terbesar di dunia.

Mengenal Pasukan Delta Force

Mengutip dari Serambinews, berikut 5 fakta bagaimana Delta Force dibentuk :

  1. Satuan Paling Elit Amerika

Delta Force punya nama resmi 1st Special Forces Operational Detachment-Delta.

Kesatuan ini adalah unit militer paling elit yang dimiliki oleh US Army, atau Angkatan Darat-nya AS.

Baca Juga
Polda Aceh Raih Penghargaan Kapolri atas Capaian Nilai IKPA Terbaik Tahun Anggaran 2024

Operasionalnya langsung di bawah kendali Komando Gabungan Operasi Khusus atau Joint Special Operations Command.

Pasukan ini dirancang untuk pembebasan sandera dan counterterrorisme.

Kebanyakan anggota Delta Force direkrut dari kesatuan Ranger, atau 75th Ranger Regiment and Special Forces Groups.

Tapi, ada juga yang diambil dari kesatuan lain, seperti CIA juga Grup Pasukan Khusus AS, atau Special Operations Groups (SOG).

  1. Karantina 6 Bulan

Namanya saja pasukan elit, bagaimana pasukan ini dibentuk, tentu jadi rahasia militer AS.

Tapi, ada kabar menyebutkan, mereka yang bisa bergabung dengan Delta Force, harus menjalani latihan karantina selama 6 bulan.

Latihan itu berupa menembak jitu (sniper), bahan peledak, dan penyergapan.

  1. Skill Buka Gembok

Ya, skill yang satu ini bukan guyonan.

Ada satu syarat khusus para anggota Delta Force yang tak dimiliki pasukan unit lain.

Syarat itu adalah harus menguasai teknik membuka gembok atau kunci dengan model apapun.

Calon anggota harus lulus dari ujian membuka gembok dan kunci, termasuk kunci mobil dan brankas.

  1. Satuan Lawas

Unit Delta Force bukan kesatuan baru, karena sudah dibentuk pada tahun 1970.

Misi-misi mereka sangat dirahasiakan, dan tak pernah diungkap ke publik.

  1. Jarang Pakai Seragam

Tentara biasanya bangga memakai seragam.

Tapi di Delta Force, malah kebalikannya.

Para anggotanya sangat jarang memakai seragam.

Tujuannya sudah pasti : sebisa mungkin merahasiakan satuan ini.

Para anggota Delta Force sangat biasa pakai pakaian preman, baik saat bertugas sekalipun.

Kalau pun mereka memakai seragam tentara, sangat jarang ada patch nama, ataupun logo kesatuan.

Ini mencegah terungkapnya identitas mereka saat tertangkap

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.
Enable Notifications OK No thanks