TERBARU

NasionalNews

Guru Besar UGM Zainal Arifin Mochtar Diteror Lewat Telepon, Diancam Ditangkap

ORINEWS.id – – Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) Zainal Arifin Mochtar mengaku mendapat teror dan pengancaman melalui telepon dari nomor tak dikenal. Peristiwa tersebut diungkapkan melalui unggahan di akun Instagram pribadinya @zainalarifinmochtar pada Jumat (2/1/2026).

Akademisi yang akrab disapa Uceng itu mengungkapkan dia dihubungi oleh nomor tidak dikenal +62 838 17941429. Penelepon tersebut mengaku sebagai pihak Polresta Yogyakarta dan memintanya segera menghadap dengan membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP).

“Baru aja masuk telepon ini. Ngaku dari Polresta Jogjakarta, meminta segera menghadap dan membawa ktp, jika tidak akan segera melakukan penangkapan,” tulisnya dalam akun tersebut dikutip Sabtu (3/1/2026).

Dalam unggahannya, Uceng menjelaskan bahwa teror telepon tersebut disampaikan dengan nada intimidatif. Bahkan disertai ancaman penangkapan apabila permintaan tidak dipenuhi.

Uceng menilai penelepon sengaja mengubah intonasi suara agar terdengar memiliki otoritas. Dia mengaku sudah beberapa kali menerima tindakan serupa dalam beberapa hari terakhir.

Baca Juga
Satelit Merah Putih 2 Sukses Diluncurkan dari Cape Canaveral Florida

“Suaranya diberat-beratkan supaya kelihatan punya otoritas. Dalam beberapa hari ini sy dah dihubungi tindakan sejenis dah dua kali. Saya hanya ketawa dan matiin hape lalu lanjut ngetik,” tulisnya lagi.

Menurutnya, modus teror telepon semacam ini merupakan bentuk penipuan yang mudah dikenali. Namun, dia menyayangkan praktik penipuan tersebut masih marak dan seolah tidak ditangani secara serius.

“Well, siapapun tau yg kayak beginian adalah penipuan dan gak jelas. Tololnya dia bisa menelpon berkali2. Tapi bagaimana pun di negeri ini penipu macam begini terlalu diberi ruang bebas. Nyaris nda pernah ada yg dikejar dengan serius. Data kita diperjual belikan dan berbagai tindakan scam lainnya,” tulis Uceng.

Uceng juga memberikan pesan tegas kepada pelaku penipuan agar tidak menggunakan institusi kepolisian sebagai alat untuk menakut-nakuti masyarakat.

“Yang kedua, kepada para penipu, jangan jualan polisi untuk ngancam dan nakutin orang2 tertentu. Gak akan ngefek,” katanya

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.
Enable Notifications OK No thanks