ORINEWS.id – Ketua Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Rijaluddin, S.H., M.H., melanjutkan pelaksanaan fungsi pengawasan bidang kesejahteraan rakyat ke wilayah timur Aceh setelah lebih dari dua pekan menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat di daerah pemilihannya, Kabupaten Gayo Lues.
Kegiatan pengawasan tersebut berlangsung sejak 24 hingga 27 Desember 2025 dan mencakup sejumlah daerah terdampak banjir, yakni Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Timur, dan Aceh Utara. Selain melakukan peninjauan lapangan, Ketua Komisi V DPRA juga menyalurkan bantuan ke beberapa lokasi pengungsian, antara lain Kecamatan Baktiya, Kecamatan Pante Bidari di Dusun Puring, serta Gampong Saraja dan Sara Gele.
Pengawasan ini dilakukan untuk memastikan pelaksanaan masa tanggap darurat penanggulangan bencana berjalan sesuai ketentuan dan kebutuhan masyarakat terdampak. Dalam kegiatan tersebut, Rijaluddin bersama pimpinan dan sejumlah anggota Komisi V DPRA meninjau langsung Gudang Dinas Sosial serta Posko Kesehatan di Kabupaten Aceh Tamiang guna memastikan kesiapan logistik dan layanan kesehatan.
Berdasarkan hasil peninjauan, Dinas Sosial menyampaikan bahwa penyaluran bantuan pada masa pemulihan tanggap darurat akan dilakukan dalam pekan yang sama, mulai 27 Desember 2025. Bantuan tersebut akan disalurkan ke sejumlah titik terdampak banjir berdasarkan data yang telah disampaikan oleh Pemerintah Kabupaten.
Adapun jenis bantuan yang disiapkan meliputi bahan pangan, sandang, tenda, serta kebutuhan dasar lainnya. Namun demikian, Ketua Komisi V DPRA menekankan pentingnya ketersediaan basis data masyarakat terdampak yang akurat agar penyaluran bantuan tepat sasaran dan tidak tumpang tindih dengan bantuan yang disalurkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Selain itu, Rijaluddin juga mendorong agar bantuan tahap lanjutan difokuskan pada penyediaan family kits yang berisi peralatan memasak dan perlengkapan penerangan. Bantuan tersebut dinilai penting agar masyarakat dapat mulai menata kembali kehidupan pascabencana, termasuk dalam upaya pemulihan sumber penghasilan keluarga.
“Banyak masyarakat yang masih belum mengetahui langkah apa yang harus dilakukan untuk melanjutkan kehidupan dan memenuhi kebutuhan keluarganya. Ini menjadi hal yang sangat mendesak,” ujar Rijaluddin.
Terkait pembangunan hunian sementara maupun hunian tetap bagi korban banjir, Rijaluddin mengingatkan agar lokasi pembangunan berada di kawasan yang aman dan tidak berisiko terdampak banjir berulang, terutama saat curah hujan tinggi.
“Mengenai pembangunan rumah sementara maupun rumah tetap, kita berharap dapat dibangun di lokasi yang tidak terdampak banjir berulang apabila terjadi curah hujan tinggi,” pungkasnya. []
Baca juga: Pemerintah Aceh Pastikan Sekolah Aktif Kembali 5 Januari 2026


































