ORINEWS.id – Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menegaskan peran aktifnya dalam aksi kemanusiaan dan perlindungan sosial dengan memberikan beasiswa penuh serta pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) hingga tamat kuliah kepada salah satu mahasiswi yang menjadi korban parah bencana di Aceh Tamiang.
Uluran tangan ini diberikan kepada Lisma Afriana, mahasiswi semester tujuh Program Studi Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) USK, yang nyaris kehilangan seluruh anggota keluarganya akibat musibah banjir dan longsor yang melanda kawasan tersebut.
Pemberian beasiswa ini adalah bentuk respons cepat USK dalam menyikapi kondisi darurat dan krisis yang dialami Lisma. Manajemen universitas menilai bahwa musibah yang menimpa Lisma, yang berasal dari Aceh Tamiang, merupakan beban moral yang harus ditanggung bersama oleh seluruh keluarga besar kampus.
Melalui kebijakan ini, USK berkomitmen untuk menghilangkan kekhawatiran finansial terkait pendidikannya, sehingga Lisma dapat fokus pada proses pemulihan emosional dan penyelesaian studinya tanpa terhambat masalah biaya.
Rektor USK, Prof. Marwan, menekankan bahwa langkah ini adalah pengejawantahan dari tanggung jawab sosial dan kepedulian institusi terhadap kesejahteraan mahasiswa.
“Ini adalah masa yang sangat sulit bagi Lisma. Sebagai keluarga besar USK, kami tidak bisa membiarkan anak kami berjuang sendirian. Kami berkomitmen untuk memastikan Lisma dapat melanjutkan pendidikannya dengan tenang,” ujar Rektor dalam keterangan resmi, Jumat (12/12).
Ia berharap, dukungan penuh dari kampus dapat menjadi pendorong semangat bagi Lisma untuk tetap tegar dan melanjutkan mimpinya di dunia akademik.
“Kami membebaskan seluruh biaya UKT-nya, dan kami akan memberikan beasiswa hingga ia menyelesaikan studinya. Harapan kami, bantuan ini dapat menjadi penyemangat agar Lisma tetap tegar dan sukses meraih cita-citanya di USK,” jelas Prof. Marwan.
Kebijakan pembebasan UKT dan pemberian beasiswa penuh ini berlaku efektif segera dan mencakup semua sisa semester studi Lisma Afriana. Langkah ini melengkapi serangkaian program bantuan lain yang telah diluncurkan USK melalui unit-unit seperti Rumah Amal dan Satuan Tugas (Satgas) Bencana, yang secara aktif mengirimkan logistik, tenaga medis, dan relawan pendampingan ke wilayah-wilayah terdampak bencana di Aceh.
“Komitmen USK ini menegaskan bahwa kampus berfungsi sebagai rumah bagi mahasiswanya, memastikan bahwa dukungan tidak hanya diberikan dalam bentuk akademik, tetapi juga dalam bentuk kemanusiaan dan jaminan sosial,“ pungkasnya. []

































