ORINEWS.id — Jailani dan Muhammad Bunga Ashab terpilih sebagai Ketua dan Sekretaris Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Wilayah Kepulauan Riau untuk masa bakti 2025–2028. Keduanya ditetapkan dalam Konferensi Wilayah (Konferwil) II AMSI Kepri yang digelar pada Sabtu, 13 Desember 2025.
Ketua AMSI Kepri periode sebelumnya, Charles Sitompul, menyebut Konferwil II dapat berlangsung lancar berkat semangat kebersamaan seluruh anggota. Ia berharap kepengurusan baru mampu membawa AMSI Kepri semakin solid dan berkembang ke depan.
“Harapan kami, AMSI Kepri ke depan dapat semakin berjaya di bawah kepemimpinan baru,” kata Charles dalam keterangan resmi, Sabtu.
Dari AMSI Pusat, perwakilan Bidang Organisasi dan Keanggotaan, Fakhrurrodzi Baidi, menilai tantangan utama yang dihadapi media saat ini adalah persoalan bisnis di tengah kebijakan efisiensi. Menurut dia, dampak efisiensi tidak hanya dirasakan media lokal, tetapi juga media nasional.
“Karena efisiensi, bukan hanya media lokal yang berimbas, tapi media di pusat juga terkena imbas,” ujarnya.
Charles menekankan pentingnya kolaborasi antarpengurus dan anggota untuk menghadapi situasi tersebut. Ia meminta kepengurusan baru AMSI Kepri aktif mencari solusi bisnis pers yang tetap sejalan dengan kaidah dan etika jurnalistik.
“Persoalan bisnis media di tengah efisiensi ini, kita harus bersama-sama berkolaborasi dan mencari cara yang sesuai kaidah,” katanya.
Ia juga mendorong ketua terpilih untuk menyiapkan program-program yang saling mendukung antarmedia. Selain itu, Charles berharap AMSI Kepri dapat mendorong pemerintah daerah agar menyusun regulasi daerah terkait bisnis media yang tetap berlandaskan kode etik jurnalistik.
Sementara itu, Ketua AMSI Kepri terpilih, Jailani, menyatakan komitmennya memperkuat jurnalisme siber yang bertanggung jawab dan dapat dipercaya. Ia menargetkan peningkatan kualitas sumber daya jurnalis media siber di Kepulauan Riau.
“Kami akan memperkuat sumber daya jurnalis media siber yang ada di Kepri,” ujar Jailani, yang akrab disapa Jai.
Menurutnya, integritas dan akurasi harus menjadi fondasi utama media siber. Ia menegaskan pentingnya jurnalisme yang mengedepankan fakta dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
“Mewujudkan jurnalisme unggul, jurnalisme yang adaptif terhadap perkembangan teknologi,” pungkas Jai. []



































