ORINEWS.id – Bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Aceh Tengah dan Bener Meriah mengakibatkan akses jalan terputus dan pasokan bahan pokok terganggu. Dalam kondisi tersebut, warga setempat terpaksa berjalan kaki menuju jalan KKA Lhokseumawe untuk membeli beras, karena tidak ada lagi pedagang yang menjual beras di kawasan mereka.
Dalam sebuah video yang diunggah warga, terlihat masyarakat menyeberangi aliran sungai berbatu serta melewati jalur longsor hanya untuk mendapatkan kebutuhan pangan. Hal ini cukup memprihatinkan mengingat di antara warga terdampak terdapat anak-anak dan lansia yang sangat membutuhkan kecukupan makanan. Warga menyebutkan bahwa bantuan beras yang mereka terima sejauh ini hanya sekitar 5 kilogram per kepala keluarga.
“Kami dari Aceh Tengah dan Bener Meriah berjalan kaki menuju jalan KKA Lhokseumawe untuk membeli beras, karena di Aceh Tengah tidak ada yang jual beras. Dan bantuan yang kami dapat cuma 5 kg per KK,” ujar seorang warga dalam rekaman tersebut.
Situasi semakin sulit karena harga beras yang tersedia di beberapa tempat justru sangat tinggi. Jika ada pedagang yang menjual, harga beras mencapai Rp450 ribu hingga Rp500 ribu per sak 15 kilogram. Kondisi ini memaksa warga berjalan kaki sejauh sekitar 10 kilometer untuk mendapatkan beras.
“Karena di tempat kami tidak ada yang jual beras, kalau ada pun sangat mahal. Terpaksa kami jalan kaki sejauh 10 km kurang lebih untuk membeli beras,” tambah warga itu.
Hingga kini, warga masih menunggu bantuan tambahan dari pihak terkait agar kebutuhan pangan dapat terpenuhi dan akses jalan utama segera dapat digunakan kembali.


































