ORINEWS.id – Tim Indonesia Off-road Federation (IOF) Aceh memanfaatkan ketangguhan kendaraan 4×4 untuk menembus wilayah pelosok yang terisolasi di Kecamatan Pameu, Aceh Tengah, Minggu, 7 Desember 2025.
Medan berat, akses terputus, dan lintasan berlumpur akibat bencana tidak menghalangi para relawan off-roader menjangkau titik-titik terdampak.
Kehadiran tim ini dibenarkan oleh salah satu pecinta kendaraan penggerak empat roda, Aldi Ladoe, yang ikut dalam rombongan. Ia menyebut kondisi jalur sangat menantang dan hanya bisa dilewati oleh kendaraan dengan kemampuan off-road mumpuni.

“Kami berusaha menembus daerah-daerah yang sulit dijangkau agar bantuan bisa sampai langsung ke warga yang membutuhkan, banyak jalan masih putus dan ada kampung yang belum terjamah,” kata Aldi.
Dengan memaksimalkan ground clearance tinggi, ban mud-terrain, serta sistem penggerak empat roda, tim IOF Aceh mengantarkan bantuan ke beberapa lokasi. Di Kampung Lut Jaya, tim membawa 35 sak beras dan 25 dus mi instan.
Untuk Kampung Kuala Rawa, bantuan terdiri atas 24 sak beras dan 24 karton mi instan.

Sementara Pesantren Babul Najah menerima 30 karton mi instan serta perlengkapan seperti pampers.
“Di Puskesmas Pamar, tim menyalurkan obat-obatan, biskuit, pampers, dan kebutuhan dasar lainnya,” kata Aldi.
Aksi kemanusiaan ini mendapat sambutan hangat dari warga. Kehadiran armada off-road dinilai sangat membantu membuka akses distribusi logistik, terutama di jalur yang tak dapat dilalui kendaraan biasa setelah bencana.

Upaya IOF Aceh bukan hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga memastikan jalur darurat tetap dapat dipakai untuk pendistribusian logistik lanjutan. Kehadiran komunitas otomotif ini menjadi bukti bahwa kemampuan kendaraan 4×4 sangat vital dalam situasi kebencanaan. []


































