TERBARU

Teknologi

Ponsel Bekas Rp500 Ribuan Kian Dicari, Ini Rekomendasi Modelnya

ORINEWS.id – Tren pembelian ponsel bekas kembali menguat dalam beberapa tahun terakhir. Kenaikan harga perangkat baru membuat sebagian konsumen beralih ke pasar sekunder yang menawarkan pilihan lebih terjangkau. Di rentang harga Rp500 ribuan, sejumlah model lawas masih diminati karena dianggap cukup memadai untuk kebutuhan harian.

Di pasaran, ponsel keluaran 2017–2019 menjadi segmen yang paling banyak diburu. Perangkat ini umumnya dirancang untuk kelas pemula dengan spesifikasi sederhana. Meski demikian, fungsi dasar seperti telepon, pesan instan, serta aplikasi media sosial berkapasitas ringan masih dapat dijalankan dengan cukup stabil. Tantangannya terletak pada pembaruan sistem yang sudah berhenti dan kondisi baterai yang tidak lagi prima.

Salah satu tipe yang masih banyak ditemukan adalah Samsung Galaxy A10. Ponsel dengan layar 6,2 inci itu dibekali kamera utama 13 megapiksel dan baterai 3.400 mAh. Meski tergolong perangkat lama, Galaxy A10 masih dicari untuk kebutuhan komunikasi dasar.

Dari lini Xiaomi, Redmi Note 5A menjadi pilihan bagi pembeli yang mengutamakan kamera depan. Ponsel berlayar 5,5 inci ini dibekali baterai 3.080 mAh dan dikenal dengan performa kamera swafoto yang cukup baik di kelasnya.

Baca Juga
Cegah Perundungan di Dunia Maya, Teuku Riefky: Netiket Jadi Pondasi Utama

Model lain yang juga cukup populer adalah Realme C2. Dengan baterai 4.000 mAh, layar 6,1 inci, dan kamera belakang ganda, perangkat ini dinilai masih mampu menunjang penggunaan ringan tanpa banyak kendala.

Sementara itu, Oppo F1s tetap beredar sebagai opsi ponsel cadangan. Meski rilisnya lebih lama dibanding tipe lain, perangkat yang dikenal sebagai “selfie expert” ini tetap digunakan sebagian konsumen berkat karakteristik kameranya.

Sebelum membeli, konsumen disarankan memeriksa kondisi fisik dan fungsi perangkat secara menyeluruh. Layar, baterai, port pengisian daya, hingga kinerja kamera perlu diuji. Verifikasi nomor IMEI juga penting untuk memastikan keaslian dan legalitas perangkat.

Penjual ponsel bekas umumnya menawarkan unit dengan kondisi berbeda-beda. Ada perangkat yang masih menggunakan komponen asli, ada pula yang telah melalui proses penggantian suku cadang. Keterbukaan informasi dari penjual menjadi faktor penting untuk menghindari kesalahpahaman saat transaksi.

Baca Juga
Hasilkan $8.699 per Hari Menggunakan DOGE di PaxMining: Revolusi Cloud Mining

Pasar ponsel bekas kini tumbuh di berbagai daerah, baik melalui toko fisik maupun platform jual beli daring. Konsumen diimbau berhati-hati dan memilih penjual tepercaya untuk meminimalkan risiko.

Dengan anggaran terbatas, ponsel seken masih menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin tetap terhubung dalam aktivitas sehari-hari. Selama proses pembelian dilakukan secara teliti, perangkat bekas dinilai bisa menjadi pilihan yang hemat dan tetap fungsional. []

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.
Enable Notifications OK No thanks